Ticker

6/recent/ticker-posts

BGN Tegaskan Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG

Jakarta, wartasatu.info – Isu terkait pembatasan usia bagi relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menimbulkan keresahan di kalangan pekerja relawan, khususnya mereka yang berusia di atas 50 tahun. Kekhawatiran tersebut muncul setelah meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung dalam program MBG di berbagai daerah.

Padahal, pada tahap awal pembukaan dapur MBG, minat masyarakat untuk bergabung sebagai relawan masih tergolong rendah. Kondisi itu membuat banyak dapur MBG merekrut relawan berusia di atas 50 tahun yang dinilai masih sehat, aktif, dan mampu menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dikutip dari biro hukum dan Humas Badan Gizi Nasional,  Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membatasi usia maksimum, selama relawan dalam kondisi sehat dan sanggup bekerja.

“Tidak ada batas usia maksimum selama relawan dalam kondisi sehat dan mampu bekerja,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Dadan menjelaskan, program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal di seluruh daerah. Karena itu, partisipasi publik dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Menurutnya, relawan memiliki peran penting dalam membantu kelancaran operasional di lapangan, mulai dari mendukung distribusi makanan bergizi, membantu proses pelayanan, hingga memastikan kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.

Meski tidak ada pembatasan usia maksimum, BGN tetap menetapkan syarat usia minimal bagi relawan sebagai bentuk perhatian terhadap kesiapan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lapangan.

Untuk menjadi relawan, syarat usia minimal tetap 18 tahun,” jelasnya.

Dadan menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam program MBG tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

BGN, lanjutnya, terus mendorong terciptanya ekosistem pelaksanaan program yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Dengan dukungan relawan dari berbagai latar belakang dan kelompok usia, program MBG diharapkan dapat berjalan semakin efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Semangatnya adalah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program MBG,” kata Dadan.

Program MBG sendiri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pemenuhan gizi nasional sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BGN menegaskan tetap mengedepankan prinsip kolaborasi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Posting Komentar

0 Komentar