Sungai Penuh, wartasatu.info - Alfin menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di Kota Sungai Penuh. Di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Sungai Penuh tetap melanjutkan program normalisasi Sungai Batang Merao sebagai langkah strategis mengurangi risiko banjir dan mendukung sektor pertanian.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Alfin saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Kecamatan Hamparan Rawang, yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (08/05/2026).
Dalam sambutannya, Alfin menegaskan bahwa upaya penanganan banjir tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun kondisi fiskal daerah sedang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh tetap bertekad melanjutkan normalisasi Sungai Batang Merao sebagai upaya mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat,” ujar Alfin.
Normalisasi lanjutan direncanakan dimulai dari kawasan Jembatan Simpang Tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang dengan panjang pengerjaan sekitar 1,68 kilometer. Program tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di sejumlah kawasan pemukiman dan lahan pertanian.
Namun demikian, Alfin mengakui pelaksanaan proyek tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan. Beberapa kandang ternak dan perkebunan warga yang berada di sekitar jalur normalisasi diperkirakan akan terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.
Selain itu, terdapat sedikitnya tujuh jembatan yang dinilai dapat menghambat mobilitas alat berat menuju titik pekerjaan. Bahkan, beberapa tembok penahan banjir kemungkinan harus dibongkar sementara guna mempermudah akses pengerjaan normalisasi sungai.
Meski menghadapi berbagai kendala, Alfin berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan memberikan dukungan penuh demi kepentingan bersama.
“Kami berharap masyarakat, khususnya yang terdampak langsung, dapat memahami kondisi ini. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar normalisasi Sungai Batang Merao berjalan lancar demi mengurangi risiko banjir dan mendukung program pertanian di Kota Sungai Penuh,” tegasnya.
Alfin juga menyampaikan bahwa dampak dari normalisasi yang telah dilakukan sebelumnya mulai dirasakan masyarakat. Menurutnya, sejumlah wilayah yang sebelumnya kerap tergenang kini mulai berangsur membaik.
“Sektor pertanian mulai menunjukkan perkembangan positif. Lahan sawah yang sebelumnya sering tergenang air kini sudah mulai banyak yang bisa diolah kembali untuk ditanami padi maupun tanaman lainnya,” tambah Alfin.
Langkah yang diambil Pemerintah Kota Sungai Penuh tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperbaiki tata kelola lingkungan dan pengendalian banjir, sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat di daerah itu.

0 Komentar