Sungai Penuh, wartasatu.info – Peran Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh dinilai sangat strategis dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan kepala daerah. Selain mengatur agenda dan keprotokolan, Prokopim juga diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga, serta media massa.
Hal tersebut dinilai penting agar setiap kegiatan yang dihadiri Wali Kota Sungai Penuh tidak hanya berjalan tertib secara protokoler, tetapi juga ramai dan terasa dekat serta melibatkan masyarakat secara luas.
Sejumlah pengamat komunikasi pemerintahan menilai, fungsi Prokopim tidak sebatas menyiapkan tata acara dan dokumentasi kegiatan pimpinan. Lebih dari itu, Prokopim juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kegiatan pemerintah kepada publik serta tak kalah penting membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat.
“Prokopim adalah jembatan komunikasi antara kepala daerah dengan masyarakat. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, maka setiap kegiatan pimpinan daerah akan ramai dan lebih diketahui masyarakat dan suasana kegiatan juga akan terasa lebih hidup,” ujar salah seorang pemerhati pemerintahan di Sungai Penuh.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers akan membantu menyampaikan informasi kegiatan pemerintah secara luas dan tepat.
Peran tersebut dinilai semakin penting terutama menjelang berbagai agenda keagamaan dan sosial, seperti kegiatan Safari Ramadan yang rutin dilaksanakan oleh pemerintah daerah setiap bulan suci.
Dalam kegiatan safari Ramadan, kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat menjadi bagian penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Karena itu, koordinasi dan komunikasi yang baik dinilai dapat membantu memastikan kegiatan berlangsung ramai, lancar, tertib, dan dihadiri masyarakat secara luas. Begitu juga sebaliknya, jika Prokopim tidak pandai membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta media massa, maka kegiatan wali kota yang berhubungan dengan masyarakat akan terasa sepi dan terasa tidak menyatu antara pemerintah daerah dan masyarakat
Di sisi lain, beberapa kalangan juga menilai bahwa sinergi antara Prokopim dengan media massa perlu terus diperkuat. Publikasi yang baik melalui media dinilai dapat membantu masyarakat mengetahui program dan kegiatan pemerintah daerah secara lebih transparan.
Meski demikian, Prokopim sebagai bagian dari aparatur pemerintah tetap diharapkan menjalankan tugas secara profesional dan netral, sesuai prinsip pelayanan publik dan aturan keprotokolan pemerintahan.
Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan media, kegiatan yang dihadiri Wali Kota Sungai Penuh diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara administratif, tetapi juga mampu memperkuat kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

0 Komentar