Ticker

6/recent/ticker-posts

Perindag Sungai Penuh Tanggapi Kelangkaan Gas Melon dengan Operasi Pasar

Sungai Penuh, wartasatu.info – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau yang sering disebut gas melon dalam beberapa waktu terakhir di Kota Sungai Penuh mendapat perhatian serius dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sungai Penuh. Untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus menekan lonjakan harga di tingkat masyarakat, Disperindag bergerak melakukan operasi pasar.

Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga ketersediaan gas bersubsidi agar tetap dapat diakses masyarakat yang berhak, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Jumadil, S.E, M.Si. saat dikonfirmasi wartasatu.info melalui saat di temui di sela sela pembagian gas elpiji 3 kg di kantor Camat Pesisir Bukit, Kamis 13/3) menyampaikan apresiasi kepada media yang ikut memantau kondisi di lapangan.

Menurutnya, informasi dari masyarakat dan media sangat membantu pemerintah dalam mengetahui persoalan distribusi gas elpiji di tingkat bawah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu memantau kondisi gas elpiji 3 kg di Kota Sungai Penuh. Dengan adanya informasi dari lapangan, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk berbenah, khususnya dalam memastikan penyaluran gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran,” ujar Jumadil.

Ia menjelaskan, Disperindag bersama pihak Pertamina hari mulai melaksanakan operasi pasar di beberapa wilayah yang dinilai membutuhkan penambahan pasokan, di antaranya pada Kamis (13/3) di Kecamatan Pesisir Bukit, sedang pada Sabtu (15/3) di kecamatan Kumun Debai dan Pondok Tinggi. di beberapa wilayah yang dinilai membutuhkan penambahan pasokan.

Mulai Kamis pagi kami akan melakukan operasi pasar di Kecamatan Pesisir Bukit dan sabtu Kecamatan Kumun Debai dan Pondok Tinggi. Kegiatan ini bekerja sama dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan gas elpiji 3 kg di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam operasi pasar tersebut, kata Jumadil, gas elpiji bersubsidi di jual dengan harga Rp 20 ribu per tabung gas elpiji 3 kg akan diprioritaskan bagi kelompok yang memang berhak sesuai ketentuan pemerintah, seperti rumah tangga kurang mampu, pelaku usaha mikro, serta petani,. Adapun syarat pengambilan membawa KTap asli dan uang sebesar Rp20 ribu.

Ia berharap langkah ini dapat membantu menstabilkan ketersediaan gas elpiji di lapangan sekaligus mencegah kenaikan harga yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harapan kita dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg dan harga di lapangan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Terkait adanya sorotan masyarakat mengenai pengawasan pangkalan dan distribusi yang dinilai belum maksimal, Jumadil mengakui hal tersebut menjadi perhatian pihaknya. Disperindag, kata dia, akan melakukan evaluasi dan pembenahan agar distribusi gas bersubsidi dapat berjalan lebih tertib dan transparan.

Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pengawasan di lapangan. Untuk itu ke depan akan kami benahi semaksimal mungkin, baik dalam pengawasan pangkalan maupun distribusinya. Dukungan dan pengawasan dari masyarakat serta media sangat kami harapkan agar gas elpiji 3 kg benar-benar sampai kepada yang berhak,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar