Sungai Penuh, wartasatu.info – Kondisi jalan aspal di depan proyek pembangunan dan renovasi gedung Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci, Kota Sungai Penuh, dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, permukaan jalan dipenuhi tanah yang menempel akibat aktivitas kendaraan pengangkut material proyek yang keluar masuk lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama setelah hujan mengguyur kawasan tersebut. Campuran air dan tanah yang menempel di permukaan aspal membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.
Pantauan wartasatu.info pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat jalan di depan lokasi proyek dipenuhi tanah dan lumpur. Bekas lintasan kendaraan tampak jelas di sepanjang badan jalan, sementara sejumlah kendaraan berada di sekitar area proyek pembangunan gedung imigrasi tersebut.
Salah seorang pengguna jalan, Hendri, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku harus ekstra hati-hati ketika melintasi jalan di depan proyek karena permukaan aspal dipenuhi tanah dan menjadi licin setelah hujan.
“Kalau lewat di sini harus benar-benar hati-hati. Tanah yang menempel di aspal bercampur air hujan membuat jalan licin. Kondisi ini tentu membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor,” ujar Hendri.
Menurutnya, aktivitas kendaraan proyek yang keluar masuk untuk mengangkut material perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Ia berharap kebersihan jalan umum tetap dijaga sehingga kegiatan pembangunan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut.
Hendri juga meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh, selaku pihak yang memiliki kewenangan atas jalan kota tersebut, agar mengambil langkah dengan menegur pihak Imigrasi maupun kontraktor pelaksana proyek.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan pembersihan tanah yang menempel di badan jalan serta memastikan kendaraan pengangkut material tidak kembali mengotori jalan umum.
“Harapan kami, pemerintah kota bisa menegur pihak imigrasi maupun kontraktor pelaksana agar kondisi jalan ini segera dibersihkan. Jangan sampai ada pengendara yang terjatuh atau mengalami kecelakaan akibat jalan licin,” tambahnya.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan pengadaan pekerjaan konstruksi renovasi gedung dan bangunan pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci–Jambi Tahun Anggaran 2026, dengan lokasi pekerjaan di Kota Sungai Penuh.
Pada papan proyek tercantum nilai kontrak sebesar Rp30.736.811.657, termasuk PPN 11 persen, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Lematang Sukses Mandiri dengan konsultan pengawas CV Lathisa Teknik, menggunakan sumber dana APBN.
Terkait kondisi jalan yang dipenuhi tanah tersebut, wartasatu.info telah berupaya mengonfirmasi Kepala Kantor Imigrasi yang juga tercantum sebagai Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban meskipun pesan yang dikirimkan telah menunjukkan tanda centang dua atau telah masuk ke penerima.
Wartasatu.info masih membuka ruang bagi pihak Kantor Imigrasi maupun kontraktor pelaksana untuk memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah nyata untuk membersihkan badan jalan dan mencegah tanah maupun lumpur kembali terbawa kendaraan proyek ke permukaan aspal. Dengan demikian, aktivitas pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

0 Komentar