Ticker

6/recent/ticker-posts

Dapur MBG Milik Mantan Dewan Disorot, Porsi Ramadan Diduga Tanpa Karbohidrat: Tak Penuhi Standar Gizi

Sungai Penuh, wartasatu.info – Porsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan di Kota Sungai Penuh menjadi sorotan. Dapur MBG yang berada di Simpang Raya Arah Tanah Kampung yang dikelola oleh seorang mantan anggota DPRD diduga membagikan makanan selain nilai porsi di duga di kurangi, makanan tanpa karbohidrat utama, sehingga unsur gizi nasional dinilai tidak terpenuhi.

Pantauan wartasatu.info di lapangan pada hari Rabu (25/2), paket MBG yang dibagikan kepada siswa hanya berisi 5 butir telur puyuh, satu buah pisang, segenggam kacang goreng, dan satu potong roti, tanpa nasi maupun sumber karbohidrat utama lainnya seperti jagung atau umbi-umbian. Menu tersebut dikemas dalam plastik sederhana untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Temuan ini memunculkan pertanyaan, karena secara prinsip, MBG merupakan program makan utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi siswa, bukan sekadar makanan ringan.

Diduga Tidak Memenuhi Standar Gizi Nasional

Mengacu pada pedoman dari Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setiap porsi MBG tingkat SMP harus mengandung unsur utama, yaitu:

  • Karbohidrat utama (nasi atau setara)
  • Protein (hewani atau nabati)
  • Sayuran
  • Buah
  • Energi minimal sekitar 500–600 kilokalori

Namun, porsi MBG yang ditemukan di Sungai Penuh diduga tidak mengandung karbohidrat utama dan tidak dilengkapi sayuran, sehingga tidak memenuhi komposisi “Isi Piring Bergizi Seimbang” yang menjadi dasar program nasional tersebut.

Ketiadaan nasi sebagai sumber energi utama menjadi perhatian serius, karena karbohidrat merupakan komponen penting untuk menunjang aktivitas dan pertumbuhan siswa.

Dapur MBG Milik Mantan Anggota Dewan Jadi Sorotan

Informasi yang dihimpun menyebutkan dapur MBG penyedia makanan tersebut dimiliki dan dikelola oleh seorang mantan anggota DPRD. Kondisi ini menimbulkan sorotan publik, mengingat program MBG merupakan program strategis nasional dengan anggaran khusus untuk pemenuhan gizi siswa.

Sejumlah pihak menilai menu yang diberikan lebih menyerupai makanan selingan, bukan makan utama yang memenuhi standar gizi harian siswa.

“Kalau hanya telur puyuh, kacang, roti, dan pisang tanpa nasi dan sayur, itu belum memenuhi standar makan bergizi seimbang,” ujar salah seorang pemerhati pendidikan di Sungai Penuh yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Berpotensi Menghambat Tujuan Program MBG

Program MBG bertujuan untuk:

  1. Memenuhi kebutuhan gizi siswa
  2. Meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar
  3. Mencegah kekurangan gizi dan stunting

Jika menu yang diberikan tidak sesuai standar, maka tujuan utama program berpotensi tidak tercapai secara optimal.

Perlu Evaluasi dan Pengawasan Serius

Masyarakat berharap instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pihak pengawas program, segera melakukan evaluasi terhadap penyedia MBG di Sungai Penuh, khususnya dapur MBG milik mantan anggota dewan yang kini menjadi sorotan.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, wartasatu.info masih berupaya mengonfirmasi pihak pengelola dapur MBG dan instansi terkait untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait standar menu yang diberikan selama Ramadan.

Posting Komentar

0 Komentar