Sungai Penuh, wartasatu.info – Peristiwa kebakaran yang terjadi di SMP Negeri 2 Kota Sungai Penuh pada Kamis (19/2) sekitar pukul 09.00 WIB menyisakan duka mendalam bagi seluruh warga sekolah. Kobaran api tidak hanya melahap bangunan, tetapi juga mengancam ruang belajar yang selama ini menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan siswa.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah kantin dan merusak lima ruang kelas dengan tingkat kerusakan berbeda. Dua ruang kelas mengalami kerusakan berat, dua ruang kelas rusak sedang, dan satu ruang kelas rusak ringan. Sejumlah fasilitas penting seperti meja, kursi, atap (loteng), serta kusen ikut terbakar dalam insiden tersebut.
Kepala SMP Negeri 2 Kota Sungai Penuh, Mulyadi, saat dikonfirmasi wartasatu.info membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan dampak kebakaran cukup signifikan terhadap sarana belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya.
“Akibat kebakaran itu, satu rumah kantin ludes terbakar. Selain itu, dua ruang kelas mengalami kerusakan parah, dua ruang kelas rusak sedang, dan satu ruang kelas rusak ringan. Perabotan seperti meja, kursi, atap, dan kusen juga ikut terbakar,” ujar Mulyadi.
Meski dilanda musibah, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Berbagai langkah darurat telah disiapkan agar kegiatan pendidikan tidak terhenti.
“Proses belajar harus tetap berjalan. Untuk sementara, dua ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang dan satu ruang kelas rusak ringan masih bisa digunakan. Sedangkan dua ruang kelas yang rusak parah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar,” jelasnya.
Untuk mengatasi kekurangan ruang belajar, pihak sekolah melakukan penyesuaian sementara. Salah satu kelas dipindahkan ke ruang praktik, sementara satu kelas lainnya digabung dengan kelas yang masih tersedia.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar semua siswa tetap bisa belajar. Satu kelas kami pindahkan ke ruang praktik komputer, dan satu kelas lainnya digabung dengan kelas yang ada, dan nantinya satu lokal untuk sementara menjelang pemesanan meja kursi selesai, siswa belajar lesehan dulu” tambah Mulyadi.
Ke depan, pihak sekolah berencana mengajukan pembangunan ruang kelas baru guna menggantikan bangunan yang rusak akibat kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting demi memastikan keberlangsungan proses pendidikan secara normal dan aman.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan. Pihak dinas menyarankan agar kami segera mengajukan pembangunan gedung baru, karena sebagian besar bangunan yang terdampak sudah tidak layak digunakan,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi ujian berat bagi keluarga besar SMP Negeri 2 Sungai Penuh. Namun di tengah duka, semangat untuk terus belajar dan bangkit tetap menyala. Guru dan siswa berkomitmen untuk tidak menjadikan musibah ini sebagai penghalang dalam mengejar cita-cita dan masa depan.

0 Komentar