Sungai Penuh, wartasatu.info – Fungsi traffic light sebagai pengatur arus lalu lintas, khususnya di persimpangan jalan, seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin keselamatan pengguna jalan. Namun di Kota Sungai Penuh, keberadaan traffic light justru kerap menjadi sumber keresahan masyarakat akibat sering mati meski pasokan listrik umum dalam kondisi menyala.
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, hampir seluruh titik persimpangan strategis di Kota Sungai Penuh mengalami kondisi serupa. Matinya lampu lalu lintas ini diduga kuat disebabkan habisnya pulsa listrik yang digunakan untuk mengoperasikan traffic light tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap komitmen Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh dalam memperlancar arus lalu lintas dan menjamin keselamatan berkendara. Pasalnya, berbeda dengan daerah lain yang umumnya menggunakan sistem meteran listrik (ampere), Dishub Sungai Penuh justru menerapkan sistem listrik prabayar (pulsa). Akibatnya, ketika pulsa habis, traffic light langsung padam tanpa adanya sistem cadangan atau peringatan dini.
Seringnya traffic light mati dinilai sangat berisiko, terutama pada jam-jam sibuk. Pengendara mengaku waswas melintasi persimpangan tanpa pengaturan lampu, karena potensi kecelakaan meningkat tajam.
“Kalau pagi hari, apalagi jam anak sekolah dan orang berangkat kerja, persimpangan jadi rawan. Semua berebut jalan,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui di lapangan.
Pantauan wartasatu.info di sejumlah persimpangan pada pagi hari menunjukkan petugas lapangan, termasuk dari Satlantas, harus bekerja ekstra mengatur arus kendaraan secara manual akibat tidak berfungsinya traffic light. Situasi ini bukan hanya membebani petugas, tetapi juga rawan kesalahan pengaturan yang dapat berujung kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat menilai persoalan ini seharusnya bisa diantisipasi. Sebagai perangkat keselamatan publik, traffic light dituntut beroperasi secara optimal dan berkelanjutan, bukan bergantung pada sistem yang mudah terhenti hanya karena persoalan teknis administrasi seperti pulsa listrik.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, Leddi Sepdinal, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi wartasatu.info melalui pesan singkat WhatsApp tidak membuahkan hasil, lantaran pesan yang dikirim hanya berstatus centang satu dan belum direspons.
Masyarakat berharap Dishub Kota Sungai Penuh segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan sistem kelistrikan yang lebih andal dan berkelanjutan. Keselamatan pengguna jalan dinilai tidak boleh dikorbankan oleh lemahnya perencanaan dan pengawasan teknis.

0 Komentar