Sungai Penuh, wartasatu.info – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa (Kades) se-Kota Sungai Penuh menuai sorotan. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 15 -17 Desember di Jambi tersebut dinilai menyisakan sejumlah tanda tanya, terutama terkait transparansi anggaran dan teknis pelaksanaan oleh pihak penyelenggara.
Sorotan mencuat lantaran besaran biaya pendaftaran yang mencapai Rp3 juta per peserta, yang disebut-sebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan bimtek BPD dan Kades di Kota Sungai Penuh. Hingga menjelang pelaksanaan kegiatan, peserta mengaku belum menerima penjelasan rinci mengenai peruntukan dana tersebut, termasuk kejelasan akomodasi tempat menginap selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan penelusuran wartasatu.info, hingga berita ini diturunkan, sejumlah peserta mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait penginapan. Padahal, peserta menyebut telah berupaya melakukan konfirmasi, baik kepada pihak dinas terkait maupun kepada lembaga penyelenggara bimtek.
“Kami sudah berusaha menanyakan melalui grup WhatsApp, mulai dari rincian kegunaan uang Rp3 juta sampai soal penginapan. Namun tidak satu pun yang menjawab, baik dari dinas maupun dari pihak lembaga penyelenggara. Tahun ini bimtek BPD dan Kades benar-benar kacau dan terkesan tidak transparan,” ungkap salah satu anggota BPD yang enggan disebutkan namanya.
Upaya konfirmasi juga dilakukan wartasatu.info kepada pihak lembaga penyelenggara. Namun, panggilan telepon tidak direspons. Pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp pun telah dikirimkan dan terpantau sudah diterima (centang dua), namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan balasan.
Di sisi lain, berdasarkan surat peminjaman/penggunaan gedung dan fasilitas Korem 042/Garuda Putih Jambi tertanggal 5 Desember 2025 dengan Nomor 09.1.SPR.SAREI.12.2025, diketahui pihak lembaga penyelenggara telah mengajukan permohonan penggunaan gedung dan fasilitas Korem Jambi untuk kegiatan tersebut. Namun demikian, informasi tersebut belum menjawab pertanyaan peserta terkait akomodasi dan rincian penggunaan biaya pendaftaran.
Hingga kini, pihak dinas maupun lembaga penyelenggara belum memberikan keterangan resmi untuk meluruskan berbagai keluhan dan pertanyaan yang berkembang di kalangan peserta. Wartasatu.info akan terus berupaya meminta klarifikasi guna menghadirkan informasi yang utuh dan berimbang kepada publik.

0 Komentar