Ticker

6/recent/ticker-posts

Bimtek BPD dan Kades Kota Sungai Penuh Belum Jelas Dimulai, Penginapan Terpisah dan Konsumsi Tak Jelas

Jambi, wartasatu.info – Polemik pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa (Kades) se-Kota Sungai Penuh yang digelar di Jambi kembali menuai sorotan. Kegiatan yang seharusnya berjalan tertib justru dinilai amburadul dan minim koordinasi oleh peserta.

Informasi yang dihimpun wartasatu.info dari sejumlah peserta menyebutkan, hingga siang hari ini pelaksanaan bimtek belum juga dimulai. Bahkan, peserta baru diarahkan ke tempat penginapan pada siang hari, itupun tidak berada dalam satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa hotel berbeda di wilayah Kota Jambi.

Tak hanya soal penginapan, persoalan konsumsi juga menjadi keluhan utama. Sejumlah peserta mengaku belum mendapatkan jatah makan siang dari pihak lembaga penyelenggara, sehingga terpaksa mengeluarkan biaya pribadi.

“Pelaksanaannya kacau. Peserta datang tanpa kejelasan. Penginapan belum disiapkan dari awal, baru siang ini diarahkan ke beberapa hotel dan tidak satu tempat seperti biasanya kegiatan bimtek. Ini sangat tidak profesional,” ungkap salah satu peserta kepada wartasatu.info.

Peserta tersebut menilai, seharusnya jadwal dan teknis pelaksanaan sudah disusun dan dikoordinasikan jauh hari oleh pihak lembaga. Dengan demikian, peserta yang datang dari desa-desa tidak dibuat kebingungan setibanya di lokasi.

“Harusnya semua sudah jelas sejak awal, mulai dari jadwal, tempat menginap, sampai konsumsi. Faktanya, sampai jam 12.00. WIB siang ini kami bahkan belum mendapat jatah makan dan harus makan dengan biaya sendiri,” tambahnya.

Ketidakpastian juga terjadi terkait waktu dimulainya kegiatan. Saat ditanya apakah bimtek akan dimulai hari ini, sumber menyebut belum ada kejelasan dari panitia.

“Belum tahu pasti kapan dimulai. Yang jelas hari ini belum ada kegiatan apa pun,” ujarnya.

Sementara itu, pihak lembaga penyelenggara hingga berita ini ditayangkan belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp telah dilakukan wartasatu.info, dengan status pesan terkirim dan terbaca (centang dua), namun belum mendapat tanggapan resmi.

Kondisi ini menambah daftar tanda tanya publik terkait profesionalitas penyelenggaraan bimtek yang menggunakan anggaran publik, sekaligus memunculkan harapan agar pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka demi menjaga transparansi dan akuntabilitas kegiatan.


Posting Komentar

0 Komentar