Ticker

6/recent/ticker-posts

Menunggu Taji Gerindra: Mampukah Wujudkan Impian Wako Alfin Bangun Flyover Sungai Penuh–Tapan?

Sungai Penuh, wartasatu.info — Gagasan pembangunan flyover yang menghubungkan Kota Sungai Penuh menuju Tapan, Sumatera Barat, dengan perkiraan panjang 36,5 kilometer, kini mulai digodok. Namun, dari gagasan menuju realisasi tentu bukan jalan yang pendek.

Wali Kota Sungai Penuh telah memiliki gagasan besar tersebut. Pertanyaannya, seberapa kuat gagasan itu diperjuangkan hingga mendapat perhatian dan dukungan pemerintah pusat?

Proyek sebesar itu tentu tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah kota. Dibutuhkan kajian teknis, perencanaan yang matang, dukungan pemerintah provinsi dan pusat, serta perjuangan melalui berbagai jalur pemerintahan dan politik.

Di sinilah kiprah Gerindra, partai yang mengusung Wali Kota Sungai Penuh saat ini sekaligus menjadi kekuatan politik utama dalam pemerintahan nasional, ikut menjadi perhatian.

Masyarakat tentu menunggu sejauh mana jaringan dan kekuatan politik tersebut dapat digunakan untuk mengawal aspirasi daerah, tanpa mengabaikan mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah.

Membandingkan dengan PDI Perjuangan

Perbandingan dengan periode sebelumnya menarik untuk dijadikan penyemangat.

Ketika Ahmadi Zubir menjabat Wali Kota Sungai Penuh, sejumlah agenda pembangunan daerah juga diperjuangkan ke tingkat pusat. Pembangunan Pasar Beringin Jaya dan program normalisasi Sungai Batang Merao, misalnya, kemudian mendapatkan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian dan balai teknis terkait.

Dalam proses tersebut, PDI Perjuangan yang kala itu menjadi bagian dari kekuatan politik pendukung pemerintahan nasional juga memiliki ruang untuk mengawal aspirasi politik daerah.

Namun, keberhasilan program tersebut tentu tidak tepat jika diklaim semata-mata sebagai hasil kerja satu partai. Ada peran pemerintah daerah, kementerian, pemerintah pusat, serta mekanisme perencanaan dan penganggaran yang harus dilalui.

Justru pengalaman itulah yang kini dapat menjadi pembanding sekaligus penyemangat bagi Gerindra dan Wali Kota Sungai Penuh saat ini.

Kini giliran Gerindra menunjukkan taji

Flyover Sungai Penuh–Tapan jelas bukan proyek kecil. Apalagi jika panjang sekitar 36,5 kilometer tersebut nantinya sesuai hasil kajian. Pemerintah pusat tentu akan mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas, manfaat ekonomi, kondisi geografis, kelayakan teknis hingga kemampuan anggaran negara.

Karena itu, tantangan Gerindra dan Wali Kota bukan sekadar menyampaikan gagasan, tetapi mengubah gagasan tersebut menjadi usulan yang memiliki kajian, dokumen, argumentasi dan jalur perjuangan yang jelas.

Perbandingan dengan PDI Perjuangan bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan kedua partai, melainkan menjadi pemicu semangat: jika pada periode sebelumnya aspirasi pembangunan Sungai Penuh dapat diperjuangkan hingga mendapat dukungan pusat, maka kini masyarakat tentu ingin melihat sejauh mana Gerindra sebagai partai pengusung wali kota mampu mengawal agenda pembangunan yang digagas pemerintah daerah.

Kini masyarakat menunggu taji Gerindra.

Bukan sekadar seberapa keras gagasan flyover disuarakan, tetapi seberapa jauh gagasan tersebut berhasil dikawal dari meja pemerintah daerah menuju meja pemerintah pusat, hingga suatu hari benar-benar menjadi kenyataan.

Flyover Sungai Penuh–Tapan masih sebuah impian. Tetapi impian besar membutuhkan perjuangan besar. Dan kini, publik menunggu siapa yang mampu membuka jalannya.

Posting Komentar

0 Komentar