Ticker

6/recent/ticker-posts

Masyarakat Sungai Penuh Tagih Janji Wahyu Rahman Dedy Datangkan Bantuan Sarpras Sampah Dari KLH

Sungai Penuh, wartasatu.info – Persoalan tumpukan sampah yang masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Sungai Penuh kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus mengingatkan kembali adanya rencana bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang sebelumnya dijanjikan kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Janji bantuan tersebut disampaikan saat Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman Dedy, melakukan audiensi dengan pihak KLH beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pihak KLH disebut menjanjikan bantuan sarana dan prasarana pendukung penanganan sampah untuk Kota Sungai Penuh. Bantuan itu dinilai sangat dibutuhkan, mengingat persoalan sampah masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan serius.

Salah satu sarana yang dinilai dibutuhkan adalah alat berat seperti excavator, yang dapat digunakan untuk membantu penanganan tumpukan sampah serta mendukung kegiatan operasional DLH di lapangan.

Namun, setelah terjadi pergantian pimpinan di lingkungan KLH, masyarakat sempat mempertanyakan kelanjutan rencana bantuan tersebut. Mereka berharap janji bantuan yang pernah disampaikan pemerintah pusat tidak berhenti sebatas rencana, tetapi benar-benar direalisasikan.

Terlebih, keberadaan tumpukan sampah di tepi jalan di Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah masih cukup mendesak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Kota Sungai Penuh Wahyu Rahman Dedy saat di konfirmasi, Kamis (3/8/2026) mengatakan, proses realisasi bantuan memang sempat mengalami kendala setelah adanya pergantian pimpinan di KLH.

Meski demikian, pihaknya mengaku terus melakukan komunikasi dengan KLH, baik melalui sambungan telepon maupun aplikasi WhatsApp, guna memastikan rencana bantuan tersebut tetap berlanjut.

“Memang ada kendala dalam realisasi bantuan tersebut karena waktu itu terjadi pergantian menteri di KLH. Namun, kami tetap intensif berkomunikasi, baik melalui telepon maupun WhatsApp, agar bantuan tersebut tetap terlaksana,” ujar Wahyu.

Ia menyebut, saat ini pihaknya mulai mendapatkan perkembangan positif terkait rencana bantuan tersebut. Bahkan, menurutnya, dalam waktu dekat bantuan sarana dan prasarana penanganan sampah dari KLH diharapkan dapat direalisasikan untuk Kota Sungai Penuh.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ada titik terang. Dalam waktu dekat KLH akan menepati janjinya untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana sampah bagi Kota Sungai Penuh. Insyaallah bantuan tersebut akan segera diberikan,” katanya.

Dengan adanya kepastian tersebut, masyarakat berharap bantuan dari pemerintah pusat benar-benar terealisasi dan dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat penanganan sampah di Kota Sungai Penuh.

Selain dukungan sarana dan prasarana, masyarakat juga berharap persoalan sampah ditangani secara berkelanjutan, mulai dari pengangkutan, pengelolaan hingga pengawasan di lapangan, sehingga tumpukan sampah di sejumlah lokasi tidak kembali menjadi pemandangan yang meresahkan dan mengganggu kebersihan lingkungan.

Posting Komentar

0 Komentar