Sungai Penuh, wartasatu.info – Kehadiran unit CT Scan baru di RSUD Mayjen H.A. Thalib (MHAT) Sungai Penuh menjadi kabar baik bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Namun, di balik terealisasinya fasilitas kesehatan tersebut, terdapat proses pengusulan yang disebut telah dilakukan sejak tahun 2025, ketika RSUD MHAT masih dipimpin Direktur Debi Zartika.
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartasatu.info dari sumber di lingkungan RSUD MHAT yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, pengadaan CT Scan tersebut merupakan hasil dari usulan manajemen rumah sakit kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2025.
Saat itu, manajemen RSUD MHAT di bawah kepemimpinan Debi Zartika disebut telah mengetahui kondisi CT Scan lama yang sudah berusia puluhan tahun dan tidak lagi dapat digunakan secara optimal. CT Scan tersebut diketahui telah ada sejak RSUD masih berada di bawah pengelolaan Kabupaten Kerinci.
Kondisi tersebut kemudian mendorong manajemen rumah sakit untuk mengusulkan pengadaan unit CT Scan baru kepada Kemenkes.
“CT Scan itu diusulkan pada zaman manajemennya Ibu Deby Zartika, bukan zaman Direktur Rofi. Namun, terwujudnya baru di zaman Direktur Rofi. Karena proses penganggaran mengikuti tahun usulan, usulan tahun 2025 baru bisa terealisasi pada tahun 2026,” kata sumber tersebut.
Menurut sumber, setelah usulan disampaikan ke Kemenkes, pihak rumah sakit diminta melengkapi sejumlah persyaratan dan dokumen pendukung. Proses tersebut kemudian berlanjut hingga akhirnya bantuan peralatan kesehatan tersebut direalisasikan pada tahun 2026.
Nilai Bantuan Disebut Capai Puluhan Miliar
Tidak hanya CT Scan, sumber tersebut juga menyebutkan bahwa pada periode manajemen Deby Zartika, RSUD MHAT mengusulkan sejumlah bantuan peralatan kesehatan kepada Kemenkes.
Nilai keseluruhan bantuan yang diusulkan disebut mencapai sekitar Rp20 miliar, termasuk sejumlah peralatan medis seperti USG. Sementara itu, salah satu komponen bantuan dengan nilai terbesar adalah CT Scan yang disebut mencapai sekitar Rp12 miliar.
“Bantuan yang diusulkan sebenarnya cukup banyak. Nilainya sekitar Rp20 miliar, termasuk peralatan USG. Tetapi yang nilainya cukup besar adalah CT Scan, sekitar Rp12 miliar,” ujar sumber tersebut.
Meski pengusulan dilakukan pada 2025, realisasi bantuan baru terjadi pada 2026, ketika kepemimpinan RSUD MHAT telah berganti kepada dr. Rofi.
Karena itu, sumber tersebut menilai perlu ada pemisahan antara proses pengusulan dan perjuangan memperoleh bantuan dengan realisasi serta pengoperasian alat.
“Jadi, prosesnya sudah dimulai sejak zaman manajemen Ibu Deby. Sedangkan alatnya datang dan nantinya dioperasikan pada masa Direktur Rofi,” tambahnya.
Masyarakat Kini Menunggu CT Scan Segera Beroperasi
Dengan telah tibanya CT Scan baru di RSUD MHAT, masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kini berharap fasilitas tersebut dapat segera dioperasikan.
Selama CT Scan lama tidak dapat digunakan, pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan harus mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan lain yang memiliki peralatan tersebut. Kondisi itu tentu dapat menambah waktu, biaya, dan beban bagi pasien maupun keluarga.
Kehadiran CT Scan baru diharapkan mampu meningkatkan pelayanan RSUD MHAT sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari layanan pemeriksaan ke luar daerah.
Direktur RSUD MHAT Sungai Penuh, dr. Rofi, saat dikonfirmasi wartasatu.info terkait CT Scan tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Informasi mengenai tahun pengusulan, nilai bantuan, dan pihak yang mengusulkan dalam berita ini bersumber dari keterangan narasumber internal RSUD MHAT. Redaksi masih membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atau data resmi terkait proses pengadaan tersebut.

0 Komentar