Ticker

6/recent/ticker-posts

Tumpukan Sampah di Tepi Jalan Koto Lolo Jadi Sorotan, DLH Diminta Bertindak

Sungai Penuh, wartasatu.info – Tumpukan sampah yang menggunung di tepi jalan lintas Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, menjadi sorotan masyarakat. Keberadaan sampah tersebut dinilai mengganggu kebersihan, pemandangan, serta kenyamanan pengguna jalan yang melintas.

Lokasi yang berada persis di sisi jalan raya tersebut terlihat dipenuhi tumpukan sampah yang berasal dari kendaraan roda tiga pengangkut sampah dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Pesisir Bukit.

Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai pengelolaan sampah di lokasi tersebut. Pasalnya, meskipun lokasi itu disebut sebagai tempat transit sebelum sampah diangkut menggunakan armada pengangkut sampah, mekanisme yang diterapkan semestinya tidak menyebabkan sampah menumpuk dan berserakan di pinggir jalan.

Berdasarkan pantauan media ini, terutama pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, kendaraan roda tiga yang membawa sampah dari sejumlah desa terlihat membongkar muatannya di lokasi tersebut sebelum mobil pengangkut sampah tiba.

Jika mekanisme tersebut terus berlangsung, tumpukan sampah akan terlihat menumpuk di lokasi transit hingga armada pengangkut datang. Kondisi itu dikhawatirkan menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu estetika lingkungan, serta berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Padahal, sebelumnya telah ada kesepakatan bahwa kendaraan roda tiga pengangkut sampah dari desa-desa di wilayah Kecamatan Pesisir Bukit tidak langsung membongkar muatannya di lokasi transit. Operator kendaraan roda tiga diminta menunggu kedatangan mobil pengangkut sampah, kemudian sampah langsung dipindahkan ke armada tersebut.

Dengan demikian, lokasi transit tetap dalam kondisi bersih dan tidak menjadi tempat penumpukan sampah.

Karena itu, diperlukan koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa di wilayah Kecamatan Pesisir Bukit untuk kembali menertibkan mekanisme pengangkutan sampah tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman Dedi, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Camat Pesisir Bukit dan para kepala desa di wilayah tersebut.

Menurutnya, operator kendaraan roda tiga perlu kembali diingatkan mengenai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya agar tidak membongkar sampah begitu saja di lokasi transit.

“Dulu kesepakatannya, kendaraan roda tiga pengangkut sampah dari desa-desa wilayah Pesisir Bukit sampai di lokasi transit tersebut menunggu mobil pengangkut sampah datang, lalu langsung dipindahkan ke mobil pengangkut sampah. Sehingga lokasi itu tetap bersih,” kata Wahyu.

Ia mengatakan, apabila kesepakatan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya, DLH akan kembali duduk bersama dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa untuk mencari solusi sekaligus mengingatkan kembali para operator kendaraan roda tiga.

Kalau kesepakatan itu tidak berjalan, kita akan duduk bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pesisir Bukit dan kepala desa dalam wilayah Pesisir Bukit. Kita ingatkan kembali agar sampah dari kendaraan roda tiga sesampainya di lokasi tersebut tidak langsung dibongkar dan ditumpuk di situ. Kendaraan roda tiga harus menunggu mobil pengangkut sampah datang, kemudian sampah langsung dipindahkan ke mobil pengangkut,” tegasnya.

Penataan sistem pengangkutan tersebut diharapkan dapat segera dilakukan sehingga lokasi transit di Desa Koto Lolo tidak lagi menjadi pemandangan yang mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, koordinasi antara DLH, kecamatan, pemerintah desa dan operator kendaraan roda tiga dinilai penting agar pengelolaan sampah berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar