Sungai Penuh, wartasatu.info – Belum diterapkannya sistem parkir di kawasan Jalan M. Yamin, Kota Sungai Penuh, diduga menjadi salah satu penyebab para pedagang kembali berjualan di badan jalan. Kondisi ini membuat kawasan tersebut kembali terlihat semrawut dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Sejumlah warga menilai, penerapan parkir di sepanjang Jalan M. Yamin merupakan langkah yang tepat untuk mencegah pedagang kembali memanfaatkan badan jalan sebagai lokasi berjualan. Mereka menyebutkan bahwa penataan parkir telah direncanakan dan bahkan dikabarkan telah memiliki perwako baru, namun hingga kini belum juga diimplementasikan.
"Kalau parkir segera diterapkan di sisi kiri dan kanan Jalan M. Yamin, otomatis badan jalan akan digunakan untuk kendaraan yang parkir sehingga pedagang tidak lagi memiliki ruang untuk berjualan di sana. Ini salah satu solusi agar kawasan tersebut kembali tertib," ujar seorang warga Sungai Penuh.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sumber di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh, pelaksanaan parkir di kawasan tersebut masih menunggu agenda sosialisasi perwako baru kepada pihak ketiga pengelola parkir.
"Rencananya pihak ketiga akan diundang untuk mengikuti sosialisasi bersama perwako yang baru. Saat ini masih menunggu jadwal yang tepat untuk pelaksanaannya," kata sumber tersebut.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan penerapan parkir di Jalan M. Yamin agar penataan kawasan dapat berjalan optimal dan pedagang tidak kembali memenuhi badan jalan.
Berdasarkan pantauan wartasatu.info, dalam tiga hari terakhir jumlah pedagang sayuran dan ikan yang berjualan di sepanjang Jalan M. Yamin kembali meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan badan jalan menyempit dan kawasan kembali dipadati aktivitas jual beli yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

0 Komentar