Sungai Penuh, wartasatu.info – Upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh menjemput dukungan pusat kian konkret. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, yang disambut langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, wakil ketua DPRD, Hardizal, sekda dan jajaran OPD terkait di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (2/5/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah serius membangun poros sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif pusat demi mempercepat pembangunan di Kota Sungai Penuh yang tengah dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Di hadapan anggota DPR RI Komisi V, Wali Kota Alfin secara terbuka memaparkan sejumlah persoalan krusial yang mendesak untuk ditangani. Mulai dari kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang membutuhkan peningkatan, sistem irigasi pertanian yang belum optimal, hingga penguatan pasar tradisional sebagai penopang ekonomi rakyat.
“Realitasnya, kemampuan fiskal daerah terbatas. Karena itu, sinergi dengan DPR RI menjadi sangat penting agar kebutuhan pembangunan daerah dapat terakomodir dalam kebijakan nasional, melalui anggota komisi V DPR -RI, Edi Purwanto, kami memohon untuk bisa membantu agar kucuran dana dari pusat ke Kota Sungai Penuh,” tegas Alfin.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Pemkot Sungai Penuh tidak hanya menunggu, tetapi aktif membangun komunikasi politik dan teknokratis demi membuka akses pendanaan pusat.
Menanggapi hal itu, Edi Purwanto menegaskan komitmen nyata untuk tidak sekadar menampung aspirasi, tetapi juga mengawal hingga ke tingkat kementerian. Ia menyebut, kunci utama keberhasilan adalah kesiapan daerah dalam menyusun proposal yang matang dan terukur.
“Kami tidak ingin ini berhenti di pertemuan saja. Kita akan sisir, kita monitor, dan kita kawal bersama. Sepanjang usulan disiapkan dengan baik, kami siap berkoordinasi dengan kementerian terkait agar bisa masuk dalam skema anggaran pusat,” tegas Edi.
Sebagai anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan pembangunan wilayah, posisi Edi dinilai strategis dalam menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan pusat.
Sinergi ini menjadi titik penting: di satu sisi Pemkot Sungai Penuh aktif menyusun dan menyampaikan kebutuhan riil masyarakat, di sisi lain DPR RI hadir sebagai penghubung yang memperjuangkan agar kebutuhan tersebut masuk dalam prioritas nasional.
Lebih dari itu, kolaborasi ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan orkestrasi lintas level pemerintahan.
Jika sinergi ini berjalan konsisten dan ditopang dengan kesiapan teknis yang matang, peluang terbukanya kucuran


0 Komentar