Ticker

6/recent/ticker-posts

Plus Minus ASN Berkurban di Lingkungan Pemkot Sungai Penuh

Sungai Penuh, wartasatu.info – Rangkaian penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh resmi berakhir pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu momentum kebersamaan ASN di lingkungan Pemkot Sungai Penuh dalam menjalankan ibadah kurban.

Pada pelaksanaan tahun ini, ASN di lingkungan Pemkot Sungai Penuh berhasil menghimpun dan menyembelih sebanyak 39 ekor sapi serta 3 ekor kambing. Jumlah tersebut dinilai cukup besar dan menjadi capaian tersendiri, mengingat pelaksanaan kurban ASN secara terpusat di lingkungan Pemkot baru pertama kali dilakukan.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada pegawai non-ASN, termasuk tenaga R3 dan R4 di masing-masing OPD, serta sebagian masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi karena dinilai mampu memperkuat solidaritas internal dan semangat berbagi di lingkungan pemerintahan.

Di sisi lain, pelaksanaan kurban terpusat di lingkungan Pemkot juga memunculkan sejumlah pandangan dari masyarakat. Berdasarkan pantauan di sejumlah masjid dan mushola dalam wilayah Kota Sungai Penuh, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Sebagai contoh dari informasi yang dihimpun, mushola Rio Temenggung Sungai Penuh, jumlah sapi kurban tahun ini tercatat hanya tiga ekor, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7 ekor, mushola Rio Jayo tahun ini juga menurun hanya 3 ekor dari tahun kemaren yang berjumlah 6 ekor. Hal serupa juga terlihat di Masjid Raya Sungai Penuh, di mana jumlah sapi kurban tahun ini sebanyak 9 ekor, sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 15 ekor. 

Akan tetapi ada juga yang mengalami kenaikan jumlah sapi kurban, diantaranya Masjid Al-Islah desa sungai liuk, jumlah kurban tahun ini meningkat menjadi 16 ekor dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2 ekor. Kenaikan ini berdasarkan informasi warga setempat karena peserta kurban banyak yang panen kopi yang memiliki ladang di sekitar Muara Emat.

Sejumlah warga menilai berkurangnya jumlah hewan kurban di masjid dan mushola disebabkan sebagian ASN yang sebelumnya berkurban di lingkungan tempat tinggal masing-masing, kini memilih berkurban secara kolektif di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.

Akibat berkurangnya jumlah peserta kurban di beberapa masjid dan mushola, distribusi daging kurban kepada masyarakat juga dinilai tidak semerata tahun-tahun sebelumnya. Beberapa warga bahkan terpantau mengaku tidak lagi memperoleh kupon pembagian daging kurban seperti biasanya.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai baik pelaksanaan kurban di lingkungan Pemkot maupun di masjid dan mushola pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni menjalankan ibadah serta berbagi kepada sesama.

Pelaksanaan kurban terpusat di Pemkot dinilai memberi manfaat bagi pegawai non-ASN dan tenaga honorer di lingkungan pemerintahan. Sementara itu, pelaksanaan kurban di masjid dan musala dinilai lebih luas jangkauannya karena distribusi daging langsung menyentuh masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing termasuk ASN dan honorer.

Karena itu, beberapa tokoh masyarakat berharap ke depan dapat ditemukan pola yang lebih seimbang, sehingga semangat kebersamaan ASN tetap terjaga, namun distribusi daging kurban di tengah masyarakat juga tetap merata dan dapat dirasakan lebih luas oleh warga Kota Sungai Penuh.

Posting Komentar

0 Komentar