Sungai Penuh, wartasatu.info – Pemerintah Kota Sungai Penuh diminta untuk mengkaji ulang pengaturan lalu lintas kendaraan, khususnya kendaraan berukuran besar, yang melintasi jalan-jalan sempit di kawasan permukiman. Permintaan ini mencuat setelah insiden dua mobil truk berukuran besar berpapasan di Jalan H. Bakri, Kelurahan Dusun Baru, Kamis (18/12/2025).
Dalam kejadian tersebut, dua truk besar terpaksa saling berpapasan di ruas jalan yang sempit hingga menyebabkan kemacetan panjang. Karena lebar jalan tidak memadai, ban sebelah kedua kendaraan terlihat naik ke atas trotoar agar dapat saling melewati. Kondisi ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.
Warga setempat mengaku kecewa dan resah akibat kemacetan yang terjadi tepat di depan rumah mereka. Selain mengganggu aktivitas harian, warga juga khawatir jalan dan fasilitas umum cepat rusak akibat sering dilalui kendaraan dengan tonase berat.
Are, salah seorang warga Dusun Baru, mengungkapkan kekesalannya melalui siaran langsung di akun media sosial pribadinya. Dalam video tersebut, ia menyampaikan keberatan atas seringnya kendaraan besar melintas di jalan lingkungan. “Mobil besar lewat sini mau menghancurkan rumah kami. Besok tidak boleh lewat sini lagi,” ujarnya dengan nada kesal.
Warga menilai Jalan H. Bakri tidak dirancang untuk dilalui kendaraan besar secara bersamaan, terlebih truk dengan muatan berat. Mereka berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat segera melakukan evaluasi terhadap aturan kendaraan yang melintas di jalan-jalan sempit agar tidak mempercepat kerusakan jalan serta mengurangi risiko bagi keselamatan dan kenyamanan warga.
Sejumlah warga juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pembatasan jenis kendaraan yang boleh melintas, penetapan batas tonase, atau penerapan sistem satu arah di ruas jalan tertentu. Langkah tersebut dinilai dapat membantu melancarkan arus lalu lintas sekaligus melindungi infrastruktur jalan dan lingkungan permukiman.
Hingga berita ini diterbitkan, wartasatu.info masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut serta rencana penataan lalu lintas di jalan-jalan sempit kawasan permukiman.

0 Komentar