Ticker

6/recent/ticker-posts

Seragam Sekolah Gratis Belum Tuntas, Pemkot Sungai Penuh Diminta Tegas terhadap Vendor

Sungai Penuh, wartasatu.info — Program seragam sekolah gratis bagi siswa baru TK, SD, dan SMP di Kota Sungai Penuh kembali menjadi sorotan. Hingga memasuki Desember 2025—yang sudah mendekati semester kedua—pekerjaan pengadaan seragam oleh para vendor belum sepenuhnya rampung.

Program yang menjadi salah satu unggulan Wali Kota Alfin ini diketahui telah mendapatkan dua kali perpanjangan waktu pengerjaan. Tenggat terakhir diberikan pada 20 September 2025. Namun, khusus untuk seragam jenjang TK dan SD, belum ada tanda-tanda penyelesaian maupun penyaluran kepada siswa.

Pertanyaan soal Vendor yang Lambat Menyelesaikan Pekerjaan

Keterlambatan ini memunculkan pertanyaan publik mengenai siapa vendor yang menangani seragam TK dan SD hingga berani mengabaikan batas waktu yang diberikan pemerintah daerah.

Meski keterlambatan tersebut berpotensi mencoreng citra pemerintah, hingga kini belum ada keputusan tegas berupa pemutusan kontrak dari instansi terkait.

Pihak Dinas Belum Memberikan Penjelasan

Wartasatu.info telah berupaya meminta klarifikasi dari dua kepala bidang terkait, yakni Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) serta Kabid PAUD dan TK.
Namun, keduanya belum memberikan tanggapan.

Kabid PAUD dan TK, Evi Darmanto, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon, tidak merespons meski pesan telah centang dua.

Dikerjakan Tiga Vendor, Dua Belum Rampung

Informasi yang diperoleh wartasatu.info menyebutkan bahwa pengadaan seragam ini dikerjakan oleh tiga vendor:

  • Vendor SMP: disebutkan sudah menyelesaikan pekerjaannya.
  • Vendor SD: belum menunjukkan progres signifikan.
  • Vendor TK: hingga kini belum menyelesaikan seragam dan belum menyalurkan kepada sekolah.

Kondisi ini memicu kekecewaan di masyarakat, terutama di kalangan wali murid yang menunggu realisasi program tersebut sejak awal tahun ajaran.

Wali Murid Kecewa: Anak Masih Pakai Seragam Lama

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena seragam gratis yang dijanjikan belum juga dibagikan.

“Anak saya dari awal sekolah sampai sekarang masih memakai seragam lamanya. Katanya seragam gratis disediakan pemerintah, tapi sudah mau masuk semester dua belum ada juga,” ujarnya.

Publik Menunggu Sikap Tegas Pemkot

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemkot Sungai Penuh terkait penyebab keterlambatan, langkah evaluasi, maupun kemungkinan sanksi terhadap vendor yang wanprestasi.

Masyarakat berharap pemerintah bertindak tegas dan transparan agar program unggulan ini tidak terus menjadi polemik serta segera memberi manfaat nyata bagi para siswa.

Posting Komentar

0 Komentar