Ticker

6/recent/ticker-posts

Desa Bengkolan Duo Bergejolak, Warga Desak Perombakan Total Perangkat Desa

Kerinci, wartasatu.info – Masyarakat Desa Bengkolan Duo, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, mendesak agar dilakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran perangkat desa. Desakan ini muncul akibat buruknya pelayanan publik serta mandeknya sejumlah program pembangunan desa yang dinilai merugikan kepentingan masyarakat.

Sejumlah warga menilai beberapa perangkat desa tidak aktif menjalankan tugas dan jarang berada di kantor desa. Kondisi tersebut berdampak serius terhadap roda pemerintahan desa, salah satunya keterlambatan pengurusan administrasi yang menyebabkan Dana Desa tahap II Tahun 2025 tidak dapat dicairkan tepat waktu.

Akibatnya, berbagai kegiatan pembangunan fisik maupun program pemberdayaan masyarakat terpaksa terhenti. Warga pun menuding lemahnya kinerja perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa, sebagai penyebab utama terhambatnya pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bengkolan Duo, Anton Hidayat, mengaku telah melaporkan permasalahan ini kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kerinci. Bahkan, sebagai bentuk pembinaan dan sanksi awal, beberapa perangkat desa telah dikenakan penundaan pencairan Penghasilan Tetap (Siltap).

“Memang sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan, perombakan perangkat desa perlu dilakukan karena ada oknum staf yang sengaja menyampaikan informasi tidak benar terkait kegiatan desa kepada pihak luar,” ujar Anton Hidayat.

Ia menilai tindakan tersebut sangat mengkhawatirkan karena berpotensi membentuk opini negatif di tengah masyarakat dan mengganggu stabilitas pemerintahan desa.

Sementara itu, masyarakat berharap langkah sanksi tidak hanya berhenti pada penundaan siltap, tetapi dilanjutkan dengan perombakan menyeluruh guna menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berkomitmen melayani kepentingan publik.

Warga juga mendesak Dinas PMD, Inspektorat Kabupaten Kerinci, serta pihak kecamatan untuk turun langsung melakukan pengawasan dan pembinaan, agar aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara serius.

“Desa butuh perangkat yang benar-benar bekerja, bukan sekadar nama di struktur,” ungkap salah seorang warga.

Masyarakat Bengkolan Duo berharap dengan terwujudnya pemerintahan desa yang solid, transparan, dan responsif, pembangunan desa dapat kembali berjalan dan kesejahteraan warga dapat meningkat secara nyata.

Posting Komentar

0 Komentar