Sungai Penuh, wartasatu.info – Maswan, SE menegaskan bahwa dirinya memiliki rekam jejak dalam pemberdayaan masyarakat tani jauh sebelum ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Sungai Penuh. Namun ia meluruskan informasi bahwa pengalamannya melainkan dalam program pengembangan wilayah dan pembinaan petani kerinci saat bekerja di WWF–TNKS pada tahun 1991.
Penegasan itu disampaikan Maswan saat dikonfirmasi wartasatu.info, menyusul mencuatnya isu penunjukan dirinya sebagai Ketua DPD TMI.
“Pada tahun 1991 saya bekerja di WWF–TNKS pada bidang Pengembangan Wilayah Perbatasan TNKS, khusus menangani pembinaan petani di Kabupaten Kerinci,” tegas Maswan.
Maswan menambahkan, pengalaman tersebut merupakan bagian dari sejarah perjalanan kariernya, sementara saat ini ia telah berstatus sebagai Anggota DPRD Kota Sungai Penuh periode 2024–2029.
Maswan bukan bekerja sebagai penyuluh pertanian dari pemerintah, namun bekerja saat di WWF-TNKS, dan itu sudah tiga puluhan tahun yang lalu, tetapi sekarang sebagai anggota DPRD Kota Sungai Penuh
Rekam Jejak Maswan dalam Pemberdayaan Petani
Berikut catatan perjalanan karier Maswan dalam sektor pemberdayaan petani dan pengembangan komoditi:
• 1991 – WWF–TNKS, Bidang Pengembangan Wilayah Perbatasan TNKS, fokus pembinaan petani di Kabupaten Kerinci.
• 1994–2000 – Masih di WWF, kemudian pindah ke Taman Nasional Gunung Leuser, menangani program pengembangan wilayah berbasis komoditi rakyat: pala dan nilam (Aceh Selatan) serta kopi arabika (Aceh Tengah).
• 2000 – Kembali ke Kerinci dan bergabung dengan FORESTRADE Inc. Fokus pada pengembangan pertanian organik komoditi rempah seperti kayu manis dan jahe merah, termasuk pembinaan petani di Muaro Hemat hingga Bedeng 5, Lempur, Renah Kayu Embun, Pungut, Renah Pemetik, serta pembinaan petani cengkeh dan jahe merah di Kepulauan Mentawai — mulai dari pemberdayaan hingga pemasaran produk.
Kini menjabat sebagai anggota DPRD, Maswan menyatakan siap mengintegrasikan pengalamannya dengan program pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan melalui TMI.
“Setelah pelantikan, saya siap mendukung penuh program pemerintah, terutama di bidang ketahanan pangan,” ujarnya.
Program Kerja DPD TMI: Struktur, Pengawasan Pupuk & Posko Pengaduan
Sekretaris DPD TMI Kota Sungai Penuh, Arifman Nicolas, saat dihubungi wartasatu.info, menjelaskan bahwa program awal TMI di daerah akan difokuskan pada pembentukan struktur organisasi dan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.
“Program DPD TMI saat ini fokus pada pembentukan Korcam dan Kordes, serta mendirikan posko-posko pengaduan di setiap desa terkait distribusi pupuk subsidi. Tahun ini kami fokus membentuk pengurus dari tingkat DPW hingga desa. Sementara program tahun depan menyesuaikan instruksi pusat,” jelas Arifman.

0 Komentar