Ticker

6/recent/ticker-posts

Skenario Gerindra Tercium, Ketua DPD TMN Kota Sungai Penuh dan Kerinci dari Kader Partai Gerindra

Sungai Penuh, wartasatu.info – Aroma politik mulai tercium dalam tubuh organisasi Tani Merdeka Nasional (TMN) di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Berdasarkan informasi terpercaya, pelantikan pengurus DPD TMN dua daerah tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada 15 November 2025 di Hotel Grand Kota Sungai Penuh.

Namun, penunjukan dua ketua DPD TMN—masing-masing Maswan untuk Kota Sungai Penuh dan Edminudin untuk Kabupaten Kerinci—menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, keduanya diketahui merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, yang selama ini lebih dikenal aktif di dunia politik, bukan di bidang pertanian.

Penunjukan tersebut memantik kritik dan keprihatinan dari kalangan petani dan pemerhati pertanian. Mereka menilai, organisasi petani semestinya dipimpin oleh figur yang benar-benar memahami seluk-beluk pertanian, bukan sekadar representasi politik partai tertentu.

“Kalau organisasi tani dipimpin oleh orang yang tidak memahami dunia pertanian, maka arah perjuangannya bisa salah kaprah. Ini bukan soal partai, tapi soal kompetensi dan komitmen terhadap nasib petani,” ujar salah satu tokoh pertanian lokal yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pandangan umum dalam tata kelola organisasi, seorang pemimpin wajib memiliki kompetensi substantif di bidang yang ia pimpin. Hal ini sejalan dengan prinsip “the right man on the right place” yang juga diatur dalam berbagai kebijakan kelembagaan, termasuk dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Dalam Pasal 66 ayat (1) disebutkan bahwa pemberdayaan petani dilakukan oleh lembaga atau organisasi yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap kepentingan petani.

“Artinya, orang yang memimpin lembaga tani semestinya benar-benar paham kondisi petani, tantangan di lapangan, dan strategi peningkatan kesejahteraan mereka. Bukan sekadar jabatan politis,” tambahnya.

Aroma skenario politik Gerindra untuk menguasai jaringan akar rumput petani pun semakin menguat. Langkah penunjukan kader partai sebagai pimpinan organisasi tani ini dinilai sebagai upaya memperluas pengaruh politik di lapisan masyarakat bawah menjelang momentum politik berikutnya.

Sebelumnya, jabatan Ketua DPD TMN Kota Sungai Penuh dipegang oleh Feri Hardito dari Partai PPP. Namun, tanpa penjelasan terbuka kepada publik, posisi tersebut tiba-tiba digantikan oleh Maswan dari Partai Gerindra.

Sejumlah tokoh tani berharap agar DPP TMN pusat meninjau ulang keputusan tersebut dan mempertimbangkan figur-figur yang benar-benar lahir dari dunia pertanian, bukan hasil kompromi politik. Sebab, jika organisasi tani dipimpin oleh orang yang tidak memahami sektor ini, maka bukan pemberdayaan yang tercapai, tetapi justru kemunduran dan hilangnya kepercayaan petani terhadap organisasi itu sendiri.


Posting Komentar

0 Komentar