Jambi, wartasatu.info – Hasil Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XXI Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025 kembali menjadi sorotan. Kota Sungai Penuh tahun ini pulang tanpa satu pun gelar juara, bahkan menempati posisi terbawah dalam klasemen hasil akhir lomba.
Berdasarkan Lampiran Keputusan Dewan Hakim Nomor: 01/DH/FASI-XXII/LPPTKA-BKPRMI/XI/2025 tentang Penetapan Juara I, II, III dan Juara Umum FASI XXII LPPTKA BKPRMI Provinsi Jambi Tahun 2025, tidak ada nama Kota Sungai Penuh, yang ada Kabupaten Kerinci tercatat hanya mengumpulkan 9 poin, dengan peringkat VII
Sementara itu, Kota Jambi sukses meraih predikat Juara Umum dengan capaian 88 poin, disusul Kabupaten Tanjab Barat di posisi II dengan 55 poin, dan Kabupaten Tebo di peringkat III dengan 51 poin.
Daftar hasil lengkap:
| Peringkat | Kabupaten/Kota | Nilai |
|---|---|---|
| I | Kota Jambi | 88 |
| II | Kab. Tanjab Barat | 55 |
| III | Kab. Tebo | 51 |
| IV | Kab. Batanghari | 33 |
| V | Kab. Muaro Jambi | 30 |
| VI | Kab. Merangin | 19 |
| VII | Kab. Kerinci | 9 |
Hasil ini mengejutkan publik, mengingat Sungai Penuh dikenal sebagai daerah religius dengan jumlah santri dan lembaga pendidikan agama yang cukup banyak. Minimnya prestasi tersebut menimbulkan anggapan bahwa pembinaan keagamaan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh dinilai tidak berjalan maksimal.
Sejumlah kalangan menilai, di masa pemerintahan Wali Kota Alfin, perhatian terhadap pembinaan agama anak usia dini dan remaja melemah dibanding periode sebelumnya. Padahal, FASI merupakan ajang penting untuk mengukur kualitas pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda Islami di setiap daerah.
Tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan Islam berharap kejadian ini menjadi alarm keras bagi Pemkot Sungai Penuh dan stakeholder keagamaan untuk melakukan evaluasi serius, memperkuat pembinaan, serta memberikan dukungan yang lebih nyata kepada lembaga pendidikan Al-Qur’an dan remaja masjid.
“Ini tamparan keras bagi Sungai Penuh. Jika pembinaan agama sejak dini saja melemah, bagaimana masa depan karakter generasi kita?” ujar salah satu tokoh BKPRMI Kota Sungai Penuh yang enggan disebutkan namanya.
Tahun 2026 dinilai harus menjadi momentum kebangkitan. Tanpa perbaikan, Sungai Penuh dikhawatirkan kembali “zonk” dan tertinggal jauh dari daerah lain dalam bidang pembinaan anak sholeh.

0 Komentar