Sungai Penuh, wartasatu.info – Rapat Paripurna DPRD Kota Sungai Penuh pada Jumat (28/11/2025) berlangsung hangat. Dalam rapat yang dihadiri Wali Kota Alfin dan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah tersebut, Fraksi Golkar secara tegas meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh membongkar pemasangan batu andesit di jalan depan Gedung Nasional.
Usulan pembongkaran itu disampaikan Fraksi Golkar setelah menilai kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan berulang meski telah dua kali dibongkar dan dipasang kembali oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR. Pekerjaan yang menggunakan anggaran tahun 2023 itu dianggap tidak memenuhi standar dan dinilai gagal dalam aspek perencanaan maupun kualitas.
Fraksi Golkar menyebut desakan masyarakat menjadi alasan utama usulan itu diajukan. Selain mudah rusak, permukaan batu andesit yang terpasang disebut dapat membahayakan pengguna jalan karena tidak stabil dan rentan menyebabkan kecelakaan.
Fahruddin, anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Sungai Penuh, membenarkan bahwa pihaknya secara resmi meminta Pemkot menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera membongkar pemasangan batu andesit tersebut.
“Benar, malam tadi kami dalam rapat paripurna meminta Pemkot memerintahkan Dinas PUPR membongkar batu andesit di depan Gedung Nasional. Alasannya jelas: desakan masyarakat dan kerusakan yang terus terjadi meski sudah dua kali dibongkar. Kami menduga proyek tersebut gagal dari segi perencanaan dan kwalitas,” tegas Fahruddin.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Sungai Penuh maupun Dinas PUPR terkait permintaan tersebut. Pemerhati publik berharap pemerintah memberikan penjelasan menyeluruh agar polemik ini tidak berlarut dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas.

0 Komentar