Sungai Penuh, wartasatu.info – Program seragam sekolah gratis yang sempat dielu-elukan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, kini menuai sorotan tajam. Janji pemberian seragam gratis bagi siswa baru TK, SD, dan SMP se-Kota Sungai Penuh ternyata tak kunjung terealisasi, meski tahun ajaran baru sudah berjalan hampir satu semester.
Memasuki bulan November 2025, belum ada tanda-tanda seragam tersebut akan dibagikan. Padahal, banyak orang tua wali murid telah menaruh harapan besar terhadap janji Wali Kota yang sempat digadang sebagai program unggulan pemerintahan Alfin.
“Sudah hampir semester dua, anak kami masih pakai seragam lama, bahkan ada yang pinjam seragam bekas tetangga. Kami berharap seragam gratis itu segera dibagikan,” ungkap salah seorang wali murid di Sungai Penuh dengan nada kecewa.
Vendor Gagal Penuhi Tenggat Waktu
Tim wartasatu.info melakukan penelusuran langsung ke beberapa sekolah TK dan SD di Kota Sungai Penuh. Dari hasil investigasi, para kepala sekolah mengaku hingga kini belum menerima satu pun seragam sekolah gratis yang dijanjikan.
Padahal, kesepakatan awal antara pihak Pemkot dan vendor menetapkan batas waktu hingga 18 Agustus 2025 untuk menyelesaikan pembuatan seragam. Namun, hingga batas waktu itu berakhir, vendor belum juga menyelesaikan pekerjaan.
Ironisnya, meski telah diberikan perpanjangan waktu oleh Wali Kota Alfin, vendor tetap gagal menuntaskan tugasnya. Hingga bulan November ini, tidak ada tanda-tanda bahwa seragam akan segera dibagikan ke sekolah-sekolah penerima.
Wali Kota Dinilai Terlalu Lunak
Publik kini bertanya-tanya, mengapa Wali Kota Alfin tampak terlalu lunak terhadap vendor yang jelas-jelas mengabaikan tenggat waktu dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Ini bukan soal baju semata, tapi soal komitmen dan kepercayaan publik. Jika vendor sudah dua kali diberi kesempatan dan tetap gagal, seharusnya ada tindakan tegas, bukan pembiaran,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik di Sungai Penuh.
Belum diketahui secara pasti siapa pihak vendor yang mengerjakan proyek seragam gratis TK dan SD tersebut. Namun, publik mulai menduga ada oknum tertentu yang dilindungi, hingga perusahaan itu berani mengabaikan perintah Wali Kota tanpa takut sanksi.
Kini, janji manis program seragam gratis bagi siswa baru justru berubah menjadi sorotan miring yang mencederai kepercayaan warga terhadap pemerintahan Alfin. Masyarakat menanti sikap tegas Wali Kota untuk memastikan kejelasan program dan akuntabilitas pihak vendor agar citra pemerintah tidak terus tergerus di mata publik.
.jpeg)
0 Komentar