Sungai Penuh, wartasatu.info – Sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) skala desa di Kota Sungai Penuh yang telah menjalankan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos kini menghadapi kendala dalam pemasaran hasil produksinya.
Program pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, termasuk pupuk kompos, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi volume sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sejumlah desa di Kota Sungai Penuh diketahui telah mampu mengolah sampah melalui TPS 3R hingga menghasilkan pupuk organik. Namun, keberhasilan dalam proses produksi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kemudahan dalam pemasaran.
Akibat terbatasnya pasar, sebagian hasil produksi pupuk kompos disebut masih menumpuk di lokasi TPS 3R masing-masing desa. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi keberlangsungan kegiatan pengolahan sampah, terutama karena proses produksi membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.
Seorang kepala desa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, pihaknya masih mengalami kesulitan dalam memasarkan pupuk kompos yang diproduksi TPS 3R di desanya.
Menurutnya, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mendorong masyarakat dan desa untuk mengolah sampah, tetapi juga ikut membantu membuka akses pasar bagi produk yang dihasilkan.
“Produksi pupuk kompos organik di TPS 3R tempat kami menumpuk akibat sulitnya pemasaran. Padahal biaya operasional yang kami keluarkan tidak sedikit, apalagi di tengah kondisi efisiensi anggaran,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui perangkat daerah terkait dapat mencarikan solusi agar produk pupuk organik hasil pengolahan TPS 3R memiliki pasar yang lebih jelas.
“Kami meminta pemerintah kota, dalam hal ini dinas yang membidangi perdagangan, pertanian maupun OPD terkait lainnya, agar dapat membantu mencarikan solusi pemasaran pupuk organik hasil pengolahan TPS 3R di desa kami,” katanya.
Menurutnya, dukungan pemerintah dalam aspek pemasaran penting agar program TPS 3R tidak berhenti pada kegiatan pengolahan sampah semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi desa dan masyarakat.
Selain membantu mengurangi timbunan sampah, keberadaan TPS 3R diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan dari sisi produksi, kualitas produk hingga akses pemasaran dinilai menjadi bagian penting agar program tersebut dapat berjalan secara optimal.

0 Komentar