Ticker

6/recent/ticker-posts

Peran Komite Sekolah Disorot, Penggalangan Dana Jangan Hanya Bertumpu pada Orang Tua Siswa

Sungai Penuh, wartasatu.info  – Peran komite sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kembali menjadi perhatian. Sejumlah pemerhati pendidikan menilai masih ada komite sekolah yang belum mengoptimalkan perannya dalam mencari dukungan dari pihak luar, sehingga penggalangan dana lebih banyak bertumpu pada orang tua siswa.

Mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, komite memiliki fungsi memberikan pertimbangan, dukungan, pengawasan, serta menjadi mediator antara sekolah dengan masyarakat. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penggalangan bantuan yang bersifat sukarela dan tidak mengikat.

Pemerhati pendidikan menilai komite seharusnya lebih aktif membangun kerja sama dengan perusahaan, dunia usaha, alumni, tokoh masyarakat, maupun lembaga lain yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

"Komite dibentuk bukan semata-mata untuk menghimpun sumbangan dari orang tua siswa. Peran utamanya adalah membangun jejaring agar kebutuhan sekolah dapat dibantu oleh berbagai pihak di luar sekolah," ujar seorang pemerhati pendidikan.

Menurutnya, apabila penggalangan dukungan hanya berpusat pada wali murid, fungsi strategis komite menjadi kurang optimal. Ia juga berharap seluruh pengurus komite memahami secara utuh ketentuan dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 agar pelaksanaan tugas sesuai dengan regulasi.

Ketua Komite SMPN 2: Kami Sudah Libatkan Alumni, Swasta dan CSR

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite SMP Negeri 2 Sungai Penuh, Zefri Edison, menjelaskan bahwa komite yang dipimpinnya telah berupaya menjalankan fungsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, selain membuka ruang bagi donasi sukarela dari orang tua yang mampu secara ekonomi dan tidak bersifat mengikat, komite juga aktif menghimpun dukungan dari alumni, pihak swasta, serta menjajaki bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Sesuai Permendikbud, komite mengusahakan penggalangan dana dari alumni yang sudah berhasil, donasi kepedulian orang tua wali murid yang tidak mengikat, serta membangun hubungan dengan BUMN melalui program CSR yang dapat membantu sekolah," ujar Zefri.

Ia mengatakan, saat ini Komite SMP Negeri 2 Sungai Penuh tengah menjalin komunikasi dengan salah satu BUMN, yakni Bank Negara Indonesia, melalui program tabungan siswa yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun kerja sama yang diharapkan dapat berkembang menjadi dukungan CSR bagi sekolah.

Selain itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan kegiatan temu alumni SMP Negeri 2 Sungai Penuh yang dijadwalkan berlangsung pada Juli ini sebagai salah satu upaya memperkuat dukungan alumni terhadap sekolah.

"Selaku komite bersama pengurus lainnya, kami terus mengajak alumni dan orang tua yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut berpartisipasi secara sukarela. Kerja sama dengan pihak swasta juga sudah kami lakukan," katanya.

Zefri menambahkan, setiap kali siswa mengikuti kejuaraan di luar daerah, komite juga memperoleh dukungan dari sejumlah pihak swasta, di antaranya Yamaha Motor, Kopi Nur, serta bantuan pribadi dari pengurus komite dan rekan-rekan yang peduli terhadap kemajuan sekolah.

Ia berharap sinergi antara sekolah, komite, alumni, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat sehingga kebutuhan sekolah tidak hanya bergantung pada satu sumber dukungan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama dalam memajukan dunia pendidikan.

Posting Komentar

0 Komentar