Sungai Penuh, wartasatu.info – Pergantian Direktur RSUD Mayjend H A. Thalib (MHAT) Kota Sungai Penuh yang baru belum mampu memperbaiki pelayanan, terutama keluhan pasien saat menebus sebagian resep obat di apotik rumah sakit tersebut
Keluhan masyarakat terkait ketersediaan obat di RSUD MHAT Sungai Penuh kembali menjadi sorotan. Sejumlah pasien mengaku tidak memperoleh seluruh obat yang diresepkan dokter karena sebagian obat di instalasi farmasi rumah sakit dilaporkan sedang kosong.
Salah seorang sumber yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, apabila di rumah sakit ada yang kosong obatnya, itu bukan pasien yang di suruh beli di apotik luar, tapi dari pihak manajemen RSUD tersebut yang harus membelikan, apakah bagian apotekernya, apa bagian gawat darurat dan lainnya dari pihak manajemen RSUD, secara aturan tidak di perbolehkan pasien di suruh membeli sendiri kekurangan obat ke apotik di luar rumah sakit tersebut.
"Apabila ada kekosongan obat di rumah sakit, maka yang harus beli itu bagian manajemen rumah sakit, itu aturan. Apakah bagian apotekernya, atau bagian gawat darurat maupun lainnya, yang jelas bagian manajemen yang harus membelikan obat ke luar, bukan pasiennya, katanya.
Kondisi tersebut memunculkan harapan agar manajemen rumah sakit segera memberikan penjelasan sekaligus melakukan langkah perbaikan, mengingat pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh, Fajran, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai seringnya terjadi kekosongan sebagian obat di apotek RSUD MHAT.
"Ya, kami sudah mendengar adanya keluhan dari pasien terkait kekosongan sebagian obat saat menebus resep dari dokter. Untuk mengetahui penyebabnya secara jelas, manajemen RSUD MHAT akan kami panggil untuk memberikan penjelasan," ujar Fajran kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Saat ditanya apakah kekosongan obat tersebut disebabkan keterbatasan anggaran pengadaan obat, Fajran menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, anggaran pengadaan obat dinilai mencukupi. Namun, ia belum dapat menyimpulkan penyebab pasti terjadinya kekosongan tersebut.
"Sepengetahuan kami, anggaran untuk pengadaan obat cukup. Namun kami belum mengetahui secara pasti apa penyebab sebagian obat sering kosong. Karena itu, kami akan meminta penjelasan langsung dari pihak manajemen rumah sakit agar persoalannya menjadi terang," katanya.
Fajran menambahkan, DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, sehingga pemanggilan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi agar ketersediaan obat bagi pasien tidak lagi menjadi persoalan.
Sementara itu, Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan penjelasan mengenai keluhan tersebut. Ia menyampaikan sedang memiliki agenda yang padat dan akan kembali melakukan perjalanan dinas sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD MHAT belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kekosongan sebagian obat maupun langkah yang telah disiapkan untuk mengatasi keluhan tersebut. Wartasatu.info akan kembali meminta tanggapan pihak rumah sakit direktur pulang dari dinas luar serta setelah rapat bersama DPRD atau ketika klarifikasi resmi telah disampaikan.

0 Komentar