Sungai Penuh, wartasatu.info – Pengguna jalan yang melintas di ruas jalan dari Sungai Akar menuju kawasan Lapangan Eks Pemda diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pada sejumlah titik terlihat genangan air berwarna kehitaman yang mengalir ke badan jalan, menimbulkan bau tidak sedap dan membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga berpotensi membahayakan pengendara.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air yang berasal dari area tebing di atas jalan tersebut semestinya mengalir melalui saluran drainase. Namun, diduga akibat saluran tertutup oleh timbunan material sisa pembakaran sampah serta sampah yang berserakan di lokasi, aliran air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya dan akhirnya meluap ke badan jalan.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pengguna jalan. Di bagian bawah lokasi terdapat kawasan permukiman warga di Desa Dusun Nek serta aliran sungai yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk mencuci peralatan dapur. Warga khawatir apabila limpahan air yang telah bercampur dengan residu sampah dan material pembakaran tersebut terus mengalir tanpa penanganan, maka berpotensi mencemari lingkungan sekitar, termasuk aliran sungai di bawahnya.
Persoalan ini sebenarnya telah diberitakan oleh wartasatu.info pada 25 Mei 2026. Namun hingga kini, menurut warga, kondisi di lapangan belum menunjukkan adanya penanganan yang signifikan sehingga genangan air kehitaman masih terlihat mengalir ke badan jalan saat hujan maupun ketika debit air dari atas tebing meningkat.
Dalam konteks pengelolaan lingkungan, keberadaan tumpukan sampah maupun residu hasil pembakaran yang menyumbat drainase menjadi persoalan yang perlu segera ditangani. Sebagai instansi yang memiliki tugas di bidang kebersihan dan pengelolaan persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diharapkan melakukan pembersihan terhadap material sisa pembakaran sampah dan sampah yang menutupi saluran drainase tersebut agar fungsi drainase kembali normal.
Selain untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, langkah pembersihan juga penting guna mencegah meluasnya dampak lingkungan yang dapat merugikan masyarakat sekitar. Penanganan dini dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu hingga terjadi kerusakan lingkungan yang lebih besar atau muncul keluhan kesehatan dari warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak DLH Kota Sungai Penuh terkait langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut. Wartasatu.info tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

0 Komentar