Ticker

6/recent/ticker-posts

Menu MBG di Sungai Bungkal Disorot, Harga Pear Rp7.250 Dari Total Rp 10.000 Per Porsi

Sungai Penuh, wartasatu.info – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh menuai sorotan publik. Poster menu yang beredar pada 2 Februari 2026 memunculkan sejumlah pertanyaan terkait komposisi makanan, harga bahan, hingga informasi nilai gizi yang tercantum.

Dalam poster tersebut, menu yang dibagikan kepada penerima manfaat berupa roti, telur dan buah pear. Namun yang menjadi perhatian adalah harga buah pear yang tercantum mencapai Rp7.250 per porsi, angka yang dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan struktur anggaran bahan makanan dalam satu porsi program MBG.

Sebagaimana diketahui, dalam skema umum pelaksanaan program MBG, anggaran bahan makanan per porsi biasanya berkisar sekitar Rp10 ribu untuk porsi besar dan sekitar Rp8 ribu untuk porsi kecil. Jika satu komponen buah saja mencapai lebih dari Rp7 ribu, maka hampir sebagian besar anggaran bahan pangan habis hanya untuk satu jenis buah.

Selain harga buah, komposisi menu juga dinilai cukup sederhana karena hanya terdiri dari roti, telur dan buah, tanpa adanya sayuran atau sumber protein nabati seperti tahu atau tempe yang biasanya menjadi bagian dari menu gizi seimbang bagi anak sekolah.

Tidak hanya itu, tabel informasi nilai gizi yang dicantumkan dalam poster juga memunculkan tanda tanya. Pada bagian tersebut tertulis bahwa porsi besar dan porsi kecil memiliki nilai karbohidrat yang sama, yakni 54 gram. Padahal secara komposisi porsi, jumlah makanan yang diberikan berbeda.

Dalam poster terlihat bahwa porsi besar berisi tiga butir telur, sementara porsi kecil hanya dua butir telur. Perbedaan jumlah makanan ini semestinya berpengaruh terhadap nilai energi maupun kandungan gizi lainnya.

Beberapa pemerhati kebijakan publik menilai, informasi gizi yang tidak selaras dengan komposisi menu dapat menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi data yang disampaikan kepada masyarakat.

Selain itu, dari sisi penyajian makanan juga muncul perhatian terkait penggunaan plastik tipis sebagai pembungkus telur dan roti sebelum dimasukkan ke dalam kotak makanan. Dalam program makanan untuk anak sekolah, standar kebersihan dan keamanan kemasan menjadi hal penting agar makanan tetap higienis dan aman dikonsumsi.

Poster menu tersebut juga mencantumkan jumlah distribusi makanan mencapai 2.323 porsi, dengan rincian 1.684 porsi besar dan 639 porsi kecil yang dibagikan dalam satu hari.

Besarnya jumlah porsi yang diproduksi tentu membutuhkan pengelolaan yang baik, mulai dari pengadaan bahan, proses memasak, hingga penyajian makanan agar tetap memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Sejumlah pihak berharap pihak pengelola program di tingkat dapur maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Pasalnya, program MBG merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar. Karena menggunakan anggaran negara, pelaksanaannya diharapkan dilakukan secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Posting Komentar

0 Komentar