Ticker

6/recent/ticker-posts

Jelang Idul Fitri, Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Mulai Langka, Harga Tembus Rp35 Ribu

Sungai Penuh, wartasatu.info – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, ketersediaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Sungai Penuh mulai dikeluhkan masyarakat. Selain sulit ditemukan di sejumlah titik penjualan, harga gas melon tersebut juga dilaporkan melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan pantauan wartasatu.info di beberapa pengecer, harga elpiji 3 kg kini mencapai sekitar Rp35 ribu per tabung. Padahal, sesuai ketentuan pemerintah, HET gas bersubsidi itu di wilayah Jambi berkisar Rp18.500 per tabung di tingkat pangkalan resmi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada elpiji subsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan dan pengawasan distribusi gas tersebut agar tetap tepat sasaran.

Kelangkaan yang diikuti lonjakan harga dinilai semakin memberatkan masyarakat kecil, terlebih menjelang hari besar keagamaan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Salah seorang pedagang gorengan di Pasar Kota Sungai Penuh yang ditemui wartasatu.info mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg untuk menunjang usahanya. Ia mengatakan, jika pun ada, harga yang ditawarkan sudah jauh lebih tinggi dari biasanya.

Saat ini gas elpiji 3 kg memang sulit dicari. Kalaupun ada, harganya sudah sekitar Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini tentu menyulitkan kami yang bergantung pada gas untuk usaha. Apalagi dagangan juga sedang sepi,” ujar pedagang tersebut yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap distribusi elpiji subsidi agar tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

Sementara itu, sejumlah warga menduga kelangkaan tersebut terjadi akibat distribusi yang tidak tepat sasaran atau adanya penyaluran di luar jalur resmi. Mereka meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk memperketat pengawasan agar elpiji 3 kg benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Masyarakat berharap jika ditemukan pelanggaran dalam distribusi, aparat dan instansi berwenang dapat segera menindak pihak yang terbukti menyalahgunakan penyaluran gas subsidi, sehingga ketersediaan tetap terjaga dan harga kembali sesuai HET.

Posting Komentar

0 Komentar