Ticker

6/recent/ticker-posts

Datuk Aswardi, Tomas Sungai Penuh Ingatkan Isu “Tim Wali Kota” Jangan Jadi Pemecah Persatuan di Sungai Penuh

Sungai Penuh,wartasatu.info – Sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan agar isu yang menyebut adanya “tim wali kota” tidak lagi menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat. Apalagi, kepemimpinan Wali Kota Sungai Penuh telah berjalan lebih dari satu tahun, sehingga saat ini yang dibutuhkan adalah persatuan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.

Belakangan, muncul perbincangan di tengah masyarakat terutama di media sosial bahwa ada pihak yang mengaku sebagai “tim wali kota” dan menyebut orang-orang yang bukan bagian dari tim yang telah menduduki jabatan tidak memahami perjuangan mereka saat masa pemilihan. Pernyataan seperti itu dinilai tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesan adanya pengkotak-kotakan di tengah masyarakat.

Datuk Aswardi, tokoh masyarakat Sungai Penuh menilai, narasi seperti itu justru tidak etis dan dapat menjatuhkan wibawa pemimpin daerah.

Kalau masih ada yang membawa-bawa istilah tim, apalagi dengan menyebut orang lain tidak mengerti perjuangan mereka, itu tidak etis. Justru bisa menimbulkan kesan memecah belah masyarakat dan secara tidak langsung menjatuhkan wibawa wali kota,” ujarnya.

Menurutnya, setelah proses demokrasi selesai dan pemimpin telah menjalankan roda pemerintahan, seharusnya tidak ada lagi istilah tim atau kelompok tertentu. Semua pihak harus melebur menjadi satu kekuatan untuk membangun Kota Sungai Penuh.

Ia menegaskan bahwa wali kota adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi orang-orang yang pernah berada dalam barisan pendukung saat masa pemilihan.

“Sekarang tidak ada lagi yang namanya tim wali kota. Yang ada adalah masyarakat Sungai Penuh yang bersatu membangun daerah. Pemimpin yang sudah terpilih adalah milik seluruh rakyat,” tambahnya.

Datuk Aswardi juga mengingatkan agar momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan, bukan justru memunculkan narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Ia berharap semua pihak dapat menjaga suasana kondusif dan mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

“Kalau kita benar-benar ingin menghormati dan menjaga nama baik wali kota, maka cara terbaik adalah dengan mendukung kepemimpinannya dan tidak membuat kotak-kotak di tengah masyarakat,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Sungai Penuh diharapkan dapat terus menjaga persatuan serta bersama-sama mendorong pembangunan daerah agar berjalan lebih baik demi kesejahteraan seluruh warga.

Posting Komentar

0 Komentar