Sungai Penuh, wartasatu.info – Pergantian pucuk pimpinan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh hingga kini dinilai belum membawa perubahan signifikan. Pasca dilantik pada 23 Desember 2025 lalu, Kepala Dishub yang baru, Leddi Sepdinal, belum menunjukkan gebrakan nyata yang menjawab berbagai persoalan klasik di tubuh Dishub.
Padahal, Wali Kota Sungai Penuh Alfin sebelumnya menaruh harapan besar agar pergantian kepala dinas mampu membenahi Dishub yang selama ini kerap disorot publik. Harapan itu muncul seiring banyaknya persoalan yang mencuat, mulai dari dugaan kebocoran retribusi parkir, maraknya parkir liar, hingga persoalan keselamatan lalu lintas akibat traffic light yang kerap mati.
Sejumlah masalah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat masih terlihat belum tertangani secara maksimal. Sistem pengelolaan parkir, misalnya, dinilai masih berjalan seperti sebelumnya. Parkir liar masih bebas terjadi, bahkan di ruas jalan nasional dan jalan provinsi tanpa penindakan tegas.
Selain itu, dugaan kebocoran retribusi parkir juga disebut-sebut masih terjadi. Kondisi ini diperparah dengan sering matinya lampu lalu lintas (traffic light) di sejumlah persimpangan, yang menurut informasi disebabkan oleh dugaan kehabisan token listrik. Situasi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi hari saat aktivitas kerja dan jam masuk sekolah.
Tak hanya itu, Dishub Sungai Penuh juga pernah diterpa isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan surat uji KIR kendaraan. Namun hingga kini, publik belum melihat langkah tegas atau terobosan konkret untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Memasuki bulan ketiga masa kepemimpinan Kadishub yang baru, masyarakat menilai perubahan yang diharapkan belum terasa. Sejumlah warga berharap adanya langkah cepat dan kebijakan tegas agar Dishub benar-benar berbenah, terutama menyangkut keselamatan lalu lintas dan kebocoran pendapatan daerah.
Sementara Kadishub Sungai Penuh, Leddi Sepdinal saat di kunjungi wartasatu.info mau di konfirmasi beberapa waktu lalu terkait progres apa yang sudah di jalankan dan program apa yang mau di jalankan kedepan, Leddi menjawab agar temui kasinya bernama Nova.
"Terkait hal itu temui kasi (Nova) biar Kasi yang jelaskan," katanya singkat.
Ironis, harusnya konfirmasi media terkait progres dan program kedepan harusnya kepala dinas yang menjawab, bukan kasi yang menerangkan.
Meski demikian, publik berharap dishub bisa lebih berkomitmen diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan. Pergantian kepala dinas, bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas, tetapi momentum perubahan untuk menghadirkan pelayanan transportasi yang tertib, aman, dan transparan di Kota Sungai Penuh.

0 Komentar