Ticker

6/recent/ticker-posts

Dugaan Makanan Tak Layak di MBG Terjadi di TK Hamparan Rawang

Sungai Penuh, wartasatu.info – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan penyajian makanan tidak layak konsumsi kepada siswa salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah tersebut.

Isu ini mencuat setelah beredarnya sebuah video di grup WhatsApp “INFO HAMPARAN RAWANG” yang memperlihatkan kondisi makanan yang diduga sudah tidak segar. Dalam video tersebut tampak lauk berupa ikan dan tempe yang terlihat menghitam, serta buah jeruk yang disebut-sebut tidak dalam kondisi baik. Di bawah jeruk juga terlihat saus cabai dalam kemasan sachet. Narasi dalam video itu menyebutkan makanan tersebut dibagikan kepada siswa TK.

Unggahan awal dibagikan oleh akun WhatsApp berinisial DMT dengan nada imbauan. Dalam pesannya, ia menegaskan tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu, melainkan menyampaikan informasi untuk perbaikan ke depan.

“Mohon maaf warga INFO HAMPARAN, jika informasi ini salah dan kurang tepat saya menyampaikan di grup ini. Namun sebenarnya kita tidak menyalahkan siapa-siapa, sekadar menyampaikan untuk perbaikan ke depan demi kemaslahatan anak cucu kita. Dalam informasi tersebut saya tidak menyerang individu atau dapur MBG manapun. Saya rasa pendekatan informasi dari seorang ayah kepada anak, dari paman kepada ponakan, dari kakak kepada adik, dan dari keluarga terdekat lebih baik dan lebih efisien,” tulis DMT dalam unggahannya.

Konten tersebut kemudian turut dibagikan di media sosial Facebook oleh akun bernama Bang Jeff. Dalam unggahannya, ia menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta pemerintah melakukan pengawasan lebih ketat.

“Pemkot Sungai Penuh dalam hal ini Badan Gizi Nasional, mohon pengawasan yang baik dalam penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai orang tua dan wali murid se-Kota Sungai Penuh, kami sangat keberatan dengan kejadian ini,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan para penyedia MBG agar tidak mengabaikan kualitas demi keuntungan. “Kepada para penyedia MBG mandiri di Kota Sungai Penuh, jangan mau untung besar, putra-putri kami jadi korban. Kepada semua pihak agar dapat menindaklanjuti kejadian ini,” tegasnya.

Sejumlah orang tua murid mengaku khawatir jika dugaan tersebut benar terjadi. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, sekaligus memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak guna mendukung tumbuh kembang yang optimal. Karena menyasar anak usia dini yang rentan terhadap gangguan kesehatan, proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan seharusnya berada dalam pengawasan ketat dan memenuhi standar keamanan pangan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG di Kecamatan Hamparan Rawang maupun dari Pemerintah Kota Sungai Penuh terkait dugaan tersebut. wartasatu.info masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan berimbang serta memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Posting Komentar

0 Komentar