Sungai Penuh, wartasatu.info – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, dinilai mulai serius membenahi Dinas Perhubungan (Dishub) yang selama ini kerap menjadi sorotan publik. Sejumlah persoalan klasik, mulai dari semrawutnya arus lalu lintas, bongkar muat truk sembako dan material bangunan tanpa jadwal jelas, hingga parkir liar dan dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, menjadi pekerjaan rumah besar yang menuntut pembenahan nyata.
Kondisi lalu lintas di pusat kota dinilai semakin padat akibat lemahnya pengaturan, khususnya aktivitas bongkar muat yang kerap dilakukan di jam sibuk. Situasi ini diperparah dengan sistem parkir yang masih manual dan dinilai membuka ruang kebocoran retribusi, sebuah persoalan yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi tegas.
Berkaca dari kondisi tersebut, Wali Kota Alfin melakukan penyegaran di tubuh Dishub dengan menunjuk duet putra asli Kecamatan Sungai Penuh, Leddi Sepdinal sebagai Kepala Dinas dan Yosrizal sebagai Sekretaris Dinas. Keduanya diharapkan mampu membawa perubahan dan menjawab ekspektasi publik terhadap wajah baru pengelolaan transportasi dan parkir di Kota Sungai Penuh.
Kepala Dishub Leddi Sepdinal menegaskan kesiapannya menjalankan amanah tersebut. Saat ditemui wartasatu.info di ruang kerjanya, Jumat (9/01), Leddi menyatakan siap membenahi Dishub sesuai arahan wali kota, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem parkir.
Terkait wacana pengelolaan parkir melalui pihak ketiga dengan mekanisme setoran langsung ke rekening kas daerah—tanpa melalui Dishub—Leddi menyatakan sikap terbuka dan mendukung penuh langkah tersebut apabila diputuskan oleh wali kota.
“Kami sangat setuju apabila parkir dikelola pihak ketiga dan setoran langsung ke rekening kas daerah. Pola ini dinilai lebih transparan dan dapat meminimalkan potensi kebocoran retribusi parkir,” ujarnya.
Namun demikian, tantangan Dishub tidak hanya soal parkir. Penataan jadwal bongkar muat, penertiban parkir liar, dugaan permainan dalam penerbitan surat pengantar uji KIR, hingga sering matinya traffic light di sejumlah titik, menjadi pekerjaan kompleks yang menuntut ketegasan dan keberanian kebijakan.
Publik kini menanti langkah konkret duet Leddi Sepdinal–Yosrizal. Harapan besar disematkan agar pembenahan tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan melalui kebijakan terukur dan penegakan aturan yang konsisten. Dishub Sungai Penuh dituntut membuktikan bahwa perubahan memang dimulai, demi mewujudkan kota yang lebih tertata dan nyaman, sejalan dengan visi “Sungai Penuh Juara.”

0 Komentar