Sungai Penuh, wartasatu.info — Program Beasiswa Sungai Penuh Juara, salah satu program unggulan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, terancam tidak dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2025. Hingga menjelang akhir tahun, proses baru sampai pada tahap pendaftaran, sementara rangkaian tahapan lanjutan masih panjang dan membutuhkan waktu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartasatu.info, Bidang Pendidikan pada Dinas Pendidikan baru menyelesaikan proses pendaftaran peserta. Padahal, setelah pendaftaran, masih ada sejumlah tahapan penting, termasuk cross check data satu per satu, validasi lapangan, hingga pelaporan resmi kepada Wali Kota. Setelah itu, hasil verifikasi baru diajukan ke DPRD Kota Sungai Penuh untuk mendapatkan persetujuan Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait penetapan penerima.
“Prosesnya memang masih panjang. Waktu yang tersisa sangat terbatas, mudah-mudahan bisa terkejar,” ujar salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Kabid Dikdas Roli Darsa saat dikonfirmasi wartasatu.info membenarkan bahwa proses masih berjalan. Ia optimistis seluruh tahapan dapat dipercepat.
“Insha Allah terkejar sampai akhir Desember ini. Proses sedang kami jalankan sesuai mekanisme,” ujarnya.
Di sisi lain, beberapa orang tua siswa yang anaknya ikut mendaftar turut menyampaikan harapan agar pemerintah dalam hal ini bidang Dikdas bergerak cepat melakukan verifikasi berkas.
“Kami berharap proses verifikasi dilakukan sesuai aturan agar beasiswa ini benar-benar terealisasi. Jangan sampai gagal hanya karena lambat memproses,” ungkap salah seorang wali murid.
Diketahui, Beasiswa Sungai Penuh Juara terdiri dari tiga kategori: beasiswa miskin, beasiswa tahfiz, dan beasiswa berprestasi. Jika tahapan verifikasi dan penetapan tidak segera dituntaskan, maka program yang menjadi janji pemerintah tersebut terancam tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini, mengingat waktu hanya tersisa sekitar satu bulan sementara proses administrasi masih panjang.
.jpeg)
0 Komentar