Sungai Penuh, wartasatu.info — Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh memasuki tahapan penting. Tiga peserta dengan nilai terbaik untuk masing-masing dari lima jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) telah tercantum dalam pengumuman hasil seleksi.
Pengumuman tersebut merujuk pada surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 52720/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 14 Oktober 2026 tentang rekomendasi hasil seleksi terbuka JPT Pratama di Kota Sungai Penuh.
Kepala bidang P2P BPKSDM Kota Sungai Penuh, Frengky, membenarkan bahwa rekomendasi sudah keluar dari BKN.
"Benar, rekomendasi dari BKN sudah keluar, tiga besar nama sudah di keluarkan," katanya
Lima jabatan yang diperebutkan meliputi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Pengumuman tiga peserta terbaik ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengisian posisi strategis yang akan menentukan arah kebijakan, kualitas pelayanan publik, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Namun, muncul satu hal penting yang perlu dipahami masyarakat: masuk tiga besar hasil seleksi tidak serta-merta berarti peserta tersebut otomatis dilantik menjadi kepala dinas. Tahapan penetapan dan pengangkatan pejabat tetap harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berikut daftar tiga peserta terbaik untuk lima jabatan kepala OPD
1. Kepala Badan Kesbangpol
Persaingan untuk jabatan Kepala Kesbangpol menempatkan Zanti Ismawan Sulti di posisi pertama dengan nilai 79,120.
Berikut hasil penilaiannya:
Terbaik pertama: Zanti Ismawan Sulti — 79,120.
Terbaik kedua: Dr. Wazirman — 79,059.
Terbaik ketiga: Munandar — 75,767.
Selisih nilai antara peringkat pertama dan kedua hanya 0,061 poin. Angka ini memperlihatkan ketatnya persaingan di antara dua peserta teratas berdasarkan nilai yang diumumkan.
2. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Untuk jabatan Kepala BPBD, Desrizal menempati posisi pertama dengan nilai 78,499, disusul Inlahadi Putra dengan selisih yang relatif tipis.
Daftar hasil seleksi:
Terbaik pertama: Desrizal — 78,499.
Terbaik kedua: Inlahadi Putra — 78,424.
Terbaik ketiga: Ihsan — 68,693.
Selisih nilai Desrizal dan Inlahadi Putra tercatat 0,075 poin. Sementara itu, jarak nilai antara peringkat kedua dan ketiga mencapai 9,731 poin.
3. Kepala Dinas Pendidikan
Pada seleksi Kepala Dinas Pendidikan, Bovi Handriyanto memperoleh nilai tertinggi, yakni 79,220.
Hasil tiga besar:
Terbaik pertama: Bovi Handriyanto — 79,220.
Terbaik kedua: Gusparnel — 75,521.
Terbaik ketiga: Novel — 75,412.
Posisi kedua dan ketiga memiliki selisih nilai hanya 0,109 poin. Adapun selisih nilai Bovi Handriyanto dengan peserta di peringkat kedua mencapai 3,699 poin.
Jabatan ini menjadi salah satu posisi yang mendapat perhatian karena Dinas Pendidikan memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan, pemerataan layanan sekolah, dan pengelolaan anggaran pendidikan daerah.
4. Kepala Dinas Perhubungan
Persaingan untuk jabatan Kepala Dinas Perhubungan berlangsung ketat. Sansri Harsa berada di posisi pertama dengan nilai 74,710.
Berikut urutan tiga peserta terbaik:
Terbaik pertama: Sansri Harsa — 74,710.
Terbaik kedua: Ulul Azmi — 74,675.
Terbaik ketiga: Ade Saputra — 74,503.
Selisih nilai Sansri Harsa dengan Ulul Azmi hanya 0,035 poin. Sementara selisih dengan Ade Saputra sebesar 0,207 poin.
Hasil ini menunjukkan bahwa ketiga peserta memiliki nilai yang berdekatan. Publik tentu berharap siapa pun yang nantinya ditetapkan mampu menjawab berbagai persoalan transportasi, ketertiban lalu lintas, pengelolaan parkir, dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
5. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Untuk jabatan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Jumadil meraih posisi pertama dengan nilai 79,962, menjadi nilai tertinggi di antara peringkat pertama pada kelima jabatan yang diumumkan.
Daftar hasil seleksi:
Terbaik pertama: Jumadil — 79,962.
Terbaik kedua: Endang Kurniawan — 78,853.
Terbaik ketiga: Hendrizal — 78,607.
Selisih nilai Jumadil dengan Endang Kurniawan mencapai 1,109 poin. Sementara selisih Endang Kurniawan dengan Hendrizal hanya 0,246 poin.
Transparansi penetapan pejabat menjadi perhatian publik
Dengan diumumkannya tiga peserta terbaik untuk lima jabatan tersebut, perhatian berikutnya tertuju pada proses penetapan pejabat yang akan mengisi posisi strategis di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.
Masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui bahwa proses pengisian jabatan berjalan transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, keterbukaan informasi mengenai tahapan seleksi hingga penetapan pejabat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN).
Di sisi lain, daftar peringkat harus dipahami berdasarkan fungsinya. Nilai tertinggi merupakan hasil penilaian seleksi yang diumumkan, tetapi keputusan pengangkatan harus mengikuti prosedur dan kewenangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
Karena itu, informasi mengenai tahapan selanjutnya, termasuk apakah masih terdapat proses administratif yang harus diselesaikan sebelum pelantikan, perlu disampaikan secara jelas oleh instansi berwenang.
Publik menunggu keputusan akhir
Pengisian lima jabatan kepala OPD ini bukan sekadar persoalan siapa yang memperoleh nilai tertinggi. Jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, penggunaan anggaran yang akuntabel, serta kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Wali Kota Sungai Penuh sebagai pejabat pembina kepegawaian memiliki peran dalam proses pengangkatan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, keputusan akhir diharapkan tetap mengedepankan profesionalitas, kompetensi, integritas, dan kepentingan masyarakat.
Hingga informasi mengenai keputusan akhir tersedia, kelima daftar peringkat tersebut menjadi gambaran hasil seleksi yang perlu dicermati bersama.
Kini, yang ditunggu bukan hanya siapa yang akan dilantik, melainkan juga bagaimana proses penetapan itu dijalankan secara terbuka, sesuai aturan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Kota Sungai Penuh.

0 Komentar